Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini

Cara Tuhan Mengangkat Semua Nabi-Nya — Kecuali Muhammad

Di sepanjang sejarah, orang-orang getol sekali memberi gelar kepada seseorang lainnya. Sedikit saja ada kelebihan seseorang diantara komunitasnya, lalu mudah dia disebut dan diangkat sebagai guru, rabbi, atau Nabi. Tidak terkecuali Muhammad, yang telah menyebut secara royal adanya 124.000 nabi yang tersebar diseluruh dunia, termasuk dirinya. Nyatanya paham dan definisi kenabian yang dianutnya adalah sangat berbeda dengan sesama para nabi lainnya. Muhammad misalnya memasukkan Adam sebagai Nabi Allah, padahal Tuhan tidak pernah mengangkatnya sebagai nabi, karena tidak ada catatan bahwa Tuhan ada berbicara lagi dengan dia sejak diusir dari Taman Eden. Begitupun Luth, dan Ismail tidak pernah diajak Tuhan untuk berbicara —- hanya Abraham saja– namun Muhammad telah menjadikan keduanya sebagai nabi-nabi Islam tanpa dalil. Apakah dalam satu waktu itu Tuhan perlu mengutus 3 nabi sekaligus? Padahal Quran justru menjunjung garis kenabian Ibrahim yang tidak memasukkan Luth dan Ismail sebagai nabi yang diberi wahyu atau kitab, melainkan hanya garis keturunan dipihak Ishak dan Yakub (Israel) saja: Dan Kami anugrahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Ya’qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya…” (29:27).

Demikian seterusnya Muhammad secara obral memasukkan pelbagai nabi yang bukan nabi Allah, sambil menghilangkan banyak nabi2 Tuhan yang sejati. Antara lain yang diobralkannya: Hud, Saleh, Syuaib, Dzulkifli, Harun (Imam bukan nabi)… hingga Zakaria (Imam)!


Sebenarnya, definisi “nabi Tuhan” itu jelas dan tidak sampai kabur-kabur. Yaitu dialah yang bertugas menyuarakan firman dan nubuat Tuhan atas nama Tuhan, hasil kontak dan pengangkatan dari Tuhan sendiri! Maka Nabi Tuhan  diibaratkan sebagai “pelihat” dan “mulut” Tuhan. Nabi Tuhan ini harus mampu bernubuat dan bermukjizat karena harus menyampaikan pesan-pesan Ilahi kedepan, yang dia sudah diberitahu sebelumnya.

 
Kita tentu sadar bahwa Setan adalah ahlinya memalsu. Dan manusia sering kalah ilmu perlicikan, tidak berdaya menyaring dalil-dalil pemalsuannya. Sudah ada banyak sekali nabi-nabi palsu yang berkeliaran didunia sejak dahulu hingga akhir zaman ini, dan miliaran anak manusia telah jadi mangsanya. Maka yang harus diawasi adalah MEN-TEST seseorang nabi berdasarkan cirri-ciri pokok dari perolehan kenabiannya: apakah itu sungguh berasal dari pentahbisan atau pengutusan oleh Tuhan sendiri, atau hanya sesuatu fenomenon yang disesatkan oleh si-Jahat kepada “nabi semu”.

TEST PERTAMA, TEST KELUARGA

Maka kita sungguh perlu tahu apa cirri-ciri nabi Tuhan sebelum dan sesudah diangkat nabi. Terhadap hal ini Kitab Suci telah memperlihatkan betapa Tuhan tidak sembarangan memilih seseorang, boro-boro mentahbiskannya jadi seorang nabi. Sekalipun nabiNya bisa berasal dari segala tipe kalangan masyarakat dan jabatan, bisa bermoyangkan orang berdosa apapun (karena setiap orang toh telah berdosa dari A sampai Z), namun dia TIDAK BOLEH berasal dari keluarga yang dosanya BERHALA, karena inilah kekejian dimata Tuhan yang melebihi dari dosa apapun selainnya, sehingga dicantumkan dalam 10 Perintah Elohim yang dibawakan nabi Musa,.

Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Elohimmu, adalah Elohim yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku” (Kel.20:5-6).

Quran ikut pula menajisi dosa syirik ini dan menjadikannya satu-satunya dosa Islamik yang tiada berkeampunan! Jadi inilah TEST atau saringan pertama yang cukup ketat, namun simple sekali untuk dilihat oleh kasat mata manusia, agar tidak usah mudah disesatkan oleh iblis kepada nabi-nabi palsu.  Muhammad sendiri sudah memastikan bahwa kedua orang tuanya itu masuk ke neraka tanpa bisa di syafaatkan oleh siapapun termasuk dirinya, semata-mata karena keberhalaan ibunya, Aminah, yang mungkin tidak tahu apa-apa tentang hukuman terhadap pagan berhala pada waktu itu (Shahih Muslim 4:2130). Demikian pula ayahnya, Abdullah (Abdi Allah) (Shahih Muslim 1:398). Jadi, bagaimana Muhammad dapat lolos dari kwalifikasi kenabian jikalau kedua orang tuanya musyirik?

Tambahan lagi, adakah 124.000 nabi yang Muhammad sebutkan itu semuanya berasal dari keluarga Non-Berhala? (termasuk keluarga —orang tua, kakek, paman— Muhammad sendiri?) Adakah orang yang mau percaya bahwa para filosof, tokoh-tokoh spiritual yang dikenal (atau yang digelar sebagai “nabi”) sebelum abad-7 (era Muhammad) adalah semuanya berasal dari keluarga monotheis???! Mesir sebelum abad Nabi Musa? Sebaliknyalah yang akan lebih benar, bahwa praktis semua “nabi-nabi” diluar Israel – kalau ada– adalah berhala umumnya!

Test selanjutnya tentu menyangkut bagaimana asal-muasalnya para nabi Tuhan tsb telah diangkat oleh Tuhan sendiri menjadi nabiNya. Dan apa pola dan unsur-unsur pengangkatanNya, serta cirri-ciri yang selalu Tuhan sertakan bagi sang nabi demi membedakannya terhadap manusia-manusia lainnya yang telah penuh dengan kejahatan! Istilah singkatnya, apa TANDA kenabiannya?

Untuk itu kita perlu melihat sendiri beberapa nabi besar yang telah Tuhan angkat dan utus secara shahih. Maka TANDA yang terlihat antara lain (1).proses pengangkatan yang langsung dari mulut dan kehadiran Tuhan pribadi, bukan diwakilkan yang tidak juntrung, yang mana bisa berujung pada pemalsuan utusan.

(2). Pesan-pesan Tuhan dan nubuat kedepan yang disalurkan dengan jelas, pasti, direct dan bersifat sangat penting bagi kemanusiaan. Tak ada yang tidak penting, dan tak ada yang tidak tergenapi. (3). Kuasa otoritas Tuhan tampak hadir secara dahsyat, dan kepada sang nabi diberikan seperangkat kuasa ilahiah (mukjizat dan nubuat) demi menegaskan keotentikan kenabiannya maupun tantangan lapangan dan ketidak-percayaan lainnya.

Inilah beberapa kasus pengangkatan dan pengutusan nabi-nabi Tuhan yang perlu kita simak dengan jeli.

  1. NABI SAMUEL Baca pewahyuan Kitab Samuel):

Sejak remaja, Samuel telah dipanggil oleh Tuhan sendiri. Suara Tuhan sendiri memanggil namanya berkali-kali ditengah malam (mungkin total-total 6 kali sebelum ia sadar bahwa itu adalah suara Tuhan sendiri karena diberitahukan oleh Imam Eli yang mengasuhnya). Tuhan kembali memanggil namanya 2 x lagi untuk menyampaikan pesan-pesan khususnya yang mendesak. Yaitu penghukuman yang akan Tuhan jatuhkan segera kepada keluarga Eli, sehubungan dengan dosa-dosanya dan hujatan anak-anaknya. Nabi inilah yang kelak mengurapi dua raja Israel yang pertama-tama, yaitu Raja Saul dan Daud. Rasakan denyut wahyu Tuhan. Tak ada message yang lemah dan kabur. Penuh dengan otoritas ilahi, tak ada yang tidak dipenuhi:

Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!”
Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Samuel:
Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di Israel, sehingga
setiap orang yang mendengarnya, akan bising kedua telinganya…

Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Elohim, tetapi ia tidak memarahi mereka! Sebab itu Aku telah bersumpah kepada keluarga Eli, bahwa dosa keluarga Eli takkan dihapuskan dengan korban sembelihan atau dengan korban sajian untuk selamanya.” (1Sam.3:10-14).

(Atas desakan Eli, maka Samuel menceritakan semua apa yang ia dengar dari Tuhan)….

“Lalu Samuel memberitahukan semuanya itu kepadanya dengan tidak menyembunyikan sesuatupun. Kemudian Eli berkata:
“Dia TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik.”

Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.

Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN. Dan TUHAN selanjutnya menampakkan diri di Silo, sebab Ia menyatakan diri di Silo kepada Samuel dengan perantaraan firman-Nya” (1Sam 3:18-21).

  • NABI YESAYA (Baca pewahyuan Kitab Yesaya sbb).

Nabi besar ini dianggap sebagai nabi terbesar dari Kitab Perjanjian Lama setelah Musa. Namanya sampai disebut sebanyak lebih dari 50x dalam Perjanjian Baru! Sebelum diutus Tuhan, bibirnya telah disentuh oleh malaikat dan hatinya telah disucikan. Ia dikaruniai banyak sekali penglihatan dan nubuat2 besar yang digenapi secara tak terjelaskan oleh nalar manusia. Khususnya tentang sosok Mesias (Messianic prophecy) sebagai dua wujud yang kontras: Raja Damai (ps 9 dan 11) dan Hamba Penyelamat yang menderita (ps.53). Sampai2 nubuat tentang penyalibannya (ayat 5-8), tempat kuburnya (ayat 9) yang kematiannya adalah sebagai kurban penebus dosa manusia (ayat 10a), yang berlanjut dengan kebangkitannya (10b)! Semuanya itu digenapi secara ajaib oleh Yesus Mesias:

“Dalam tahun matinya raja Uzia aku (Yesaya) melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim (malaikat khusus) berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; …

Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap.

Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.

Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata:

“Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.”

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”  Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! (Yesaya 6:1-9).

  • NABI YEREMIA (Baca pewahyuan Kitab Yeremia)

Tuhan telah menetapkan Yeremia sebagai nabi istimewa sejak masih dalam kandungan dan mengangkatnya pada hari itu juga sebagai nabi besar bagi bangsa-bangsa. Ketika dia dewasa dan mulai diutus Tuhan, dia sempat menolak panggilan Tuhan dengan alasan bahwa ia “tak pandai bicara”. Namun Tuhan menegaskan bahwa Ia menaruh sendiri FirmanNya kedalam mulut Yeremia, sekalian dengan kuasa mukjizatNya yang dahsyat! Maka janganlah takut, karena Tuhan akan memberikan penyertaan dan perlindunganNya, sekalipun ada banyak oposisi (ayat 7,8,18, 19)! Kabar paling baik untuk kita sekarang adalah nubuat Yeremia bahwa Tuhan akan membuat suatu Perjanjian Baru untuk umatNya, yang akan menggantikan Taurat yang tertulis diatas batu (Musa) dengan Hukum yang  ditulis dalam batin mereka (Injil) atas dasar pengampunan (31:31-34).

Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam …. datanglah firman TUHAN kepada Yeremia….
Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:

“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.

Maka aku menjawab: “Ah, Tuhan YAHWEH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda.”

Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.”

Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.” (Yer 1:1-2, 4-10)

bersambung ke bagian 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *