Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini

Cara Tuhan Mengangkat Semua Nabi-Nya — Kecuali Muhammad-2

Bagian 2

(4). NABI YUNUS (Baca Kitab Yunus)

Yunus diutus Tuhan sendiri kekota Niniwe, sampai dua kali. Kenapa? Yunus adalah nabi yang sangat kental ke-Yahudiannya, tetapi Tuhan sengaja mengutusnya kenegeri yang non-Yahudi itu yang bakalan menjajah Israel bilamana Niniwe tumbuh menjadi kuat. Yunus yang sangat patriotic itu justru mengharapkan keruntuhan Niniwe dan itu sebabnya utusan pertama Tuhan telah dibangkanginya dengan berbelok arah ke Tarsis. Namun Tuhan menjeratnya kedalam perut ikan besar selama 3 hari 3 malam sebelum dia dimuntahkan kedarat. Pada pengutusan Tuhan yang kedua barulah Yunus taat dan bersiap dan pergi ke Niniwe. Pesan dahsyat Tuhan yang disampaikan adalah seruan untuk pertobatan menyeluruh, atau: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan”…

“Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:

“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” ….(tapi Yunus melarikan diri dari Tuhan, bukan ke Niniwe tetapi membelok ke Tarsis. Akhirnya Tuhan menghukumnya dalam perut ikan besar serta membawanya kearah tujuan semula).

“Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:

“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.”

Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Tuhan. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” (Yun 3:1-4).

(5). NABI MUSA (Baca Kitab Taurat)

Nabi yang dianggap terbesar oleh orang-orang Yahudi. Musa berbicara langsung muka dengan muka dengan Tuhannya. Dia diutus menghadap Firaun – dengan kuasa mukjizat yang super dahsyat– untuk menekuk leher Firaun yang tegar tengkuk, demi untuk membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir. Hukum Taurat Tuhan untuk pertama kalinya diturunkan secara tertulis kepada umatNya. Bagian-bagian dalam Taurat telah dikisah-ulang kedalam Quran, namun banyak sekali yang telah dikorup dan disesatkan. Misalnya dikatakan bahwa si-bayi Musa dipelihara oleh istri Firaun, bukan anak gadisnya. Kepada Firaun di tulahi 9 mukjizat Musa (bukan 10), dan jenis2 tulah ini banyak yang salah-kaprah, kacau dan tidak berurutan kronologis. Muslim membela narasi Quran dengan berkata bahwa Quran tidak boleh otomatis disalahkan setiap kali terjadi perbedaan diantara narasi Alkitab dengan Quran. Namun mereka lupa bahwa kisah Musa itu (Taurat) ditulis oleh Musa sendiri dalam Kitabnya. Jadi siapa yang lebih shahih tulisannya: Musa sipenulis atau seorang Arab ummi yang “menulis-ulang” teks-Musa ribuan tahun kemudian?   Juga Haman (menteri kerajaan Persia, musuh Mordekai) dikatakan sebagai panglima tentara Firaun, dst… Yang sangat menyolok adalah 10 Perintah Tuhan (yang Tuhan tulis diatas loh batu dan diserahkan kepada Musa) dikosongkan samasekali oleh Muhammad. Begitu pula Hukum yang paling besar dan universal dalam Taurat (dan juga Injil, yaitu Hukum Kasih) samasekali tidak eksis dalam Quran! Apa mungkin Hukum dari Tuhan yang sama bisa begitu ceroboh?
Berikut adalah kisah pengutusan Musa oleh Tuhan, untuk dibandingkan dengan keotentikan pengutusan Muhammad, sekaligus untuk membandingkan keshahihan dari kedua penulisnya (Taurat dan Quran):

Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”

Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Elohim dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya:
“Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Elohim.”

Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

Lagi Ia berfirman: “Akulah Elohim  ayahmu, Elohim  Abraham, Elohim Ishak dan Elohim  Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Elohim. Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, ….

Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.

Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”

Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”

Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Elohim di gunung ini.” ….

Lalu sahut Musa: “Bagaimana jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: TUHAN tidak menampakkan diri kepadamu?”

TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.” Firman TUHAN: “Lemparkanlah itu ke tanah.” Dan ketika dilemparkannya ke tanah, maka tongkat itu menjadi ular, sehingga Musa lari meninggalkannya.

Tetapi firman TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu dan pegang-lah ekornya” –Musa mengulurkan tangannya, ditangkapnya ular itu, lalu menjadi tongkat di tangannya –“supaya mereka percaya, bahwa TUHAN, Allah nenek moyang mereka, Elohim Abraham, Elohim Ishak dan Elohim Yakub telah menampakkan diri kepadamu.” (Keluaran 3:2-12, 4:1-5).

(6). YOHANES PEMBAPTIS (NABI YAHYA)

Inilah anak imam Zakharia, ranking nabi terbesar yang Yesus berikan kepadanya. Dilahirkan se-zaman dengan Yesus dengan mukjizat kelahiran ibu tua yang sudah mati rahim. Ia mengaku bahwa ia bukan Mesias, bukan nabi Elia, bukan nabi yang akan datang, melainkan adalah corong suara yang mendahului Yesus. Inilah yang dia katakan tentang dirinya:
“Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”
Dan tugas utamanya adalah memberi kesaksian tentang “senior”nya yang segera datang, “yang membuka tali kasut Nyapun aku tidak layak”… “Lihatlah Anak Domba Elohim, yang menghapus dosa dunia” (Yoh.1:27, 29).

Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya:
“Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes …. dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Elohim mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan (Yesus) dalam roh dan kuasa Elia …. dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”

Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Elohim dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.” …(Luk 1:11-20).

Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: “… Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Elohim Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, …. (BUKAN BERDASARKAN MENJALANKAN SYARIAH). (Luk 1:67-77).

(7). YESUS MESIAS (Baca Injil Kesaksian Rasul Matius, Markus, Lukas, Yohanes). Terlalu panjang untuk dipaparkan tentang kesaksian “kenabianNya” disini, namun cukuplah sebagian ini, kesaksian dari 4 sumber shahih…

(1). “Malaikat Tuhan nampak kepadanya (YUSUF) dalam mimpi dan berkata:
“Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

(2). Kata malaikat itu kepadanya (MARIA):
“Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Elohim. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.  Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Elohim Yang Mahatinggi.
Dan Tuhan Elohim akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” …

(3.) Kata malaikat itu kepada PARA GEMBALA:
“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
(Luk 1:20-21, 30-33, 2:10-11).

(4). Kesaksian nabi YOHANES (Yahya):
“Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan
ia berkata: “Lihatlah Anak domba Elohim, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku…. untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.” … Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.  Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Elohim.” (Yoh.1:29-34).

(8). MUHAMMAD (Baca seluruh Al-Quran)

Siapa yang TELAH mentahbiskan Muhammad sebagai nabi Allah Swt?
Dan siapa yang telah mengutusnya? Adakah Tuhan memperlihatkan prosedur pentahbisan Muhammad yang lebih dahsyat ketimbang nabi2 terdahulu? (seperti dicontohkan diatas). Dimana Muhammad telah ditahbiskan? Kata-kata Allah yang bagaimana yang telah Allah ucapkan secara langsung, dengan hunjukan otoritasNya yang bagaimanakah? Protokol untuk pentahbisan kenabian yang Terakhir pastilah akan jauh lebih agung dan seremonial bagi Muhammad (sebagai nabi terakhir dan terbesar), bukan ??? Tapi adakah faktanya? Ataukah Tuhan mendiskreditkannya?

Nyatanya Allah diam-diam saja, tidak pernah berbicara, apalagi langsung-bicara dengan Muhammad, boro-boro mengangkatnya jadi nabi! Allah dan JibrilNya sama-sama tidak pernah bermukjizat yang dapat dipersaksikanNya kepada Muhammad dan bangsa Arab! Apa yang diceritakan tentang mukjizat Allah HANYALAH kisah-ulang (retelling story) dari Muhammad tentang kuasa Tuhan Elohim Israel! Dan apa yang disebut-sebut dengan ALLAH oleh Ruh (“Jibril”) HANYALAH klaim sepihak dari Ruh tsb. tanpa ada feed-back sang Allah sendiri! Ingat, pentahbisan kenabian-Tuhan harus oleh Tuhan sendiri, dengan memperlihatkan bukti dan saksi!

Kisah perjumpaan Muhammad dengan satu Ruh di-gua Hira sungguh bukan bagian dari manifestasi pewahyuan ilahi: Tak ada otoritas ilahi, tak ada kemuliaanNya, tak ada identifikasi sosok Ruh, tak ada manner sopan-santun kunjungan Ruh (tanpa sapa dan salam, tanpa perkenalan, tanpa pamit, tapi men-teror), dan memerintahkan baca 5 ayat yang tak bisa dipahami dan dieksekusi Muhammad (Surat Al-Alaq 96:1-5). Bagi yang tahu sedikit ilmu kerasukan-setan, peristiwa gua Hira itu sungguh lebih merupakan visitasi sesosok ruh kegelapan yang mem-posessed (merasuk) seseorang korbannya!

PENUTUP
Orang cenderung percaya apa yang dia ingin percayai. Tapi kebenaran itu sendiri bukanlah apa yang manusia cenderung percayai. Kebenaran adalah apa yang Tuhan sampaikan secara otentik dan otoritatif, namun yang justru sering ditolak oleh manusia disepanjang sejarah kenabian. Itu sebabnya Tuhan harus memberi bobot keaslian wahyuNya, yaitu  lewat mulutNya sendiri secara langsung, ditambah lagi dengan hunjukan otoritas kuasaNya lewat NabiNya, sedemikian kencang bobotnya sehingga sulit bagi setan untuk me-malsu-malsu dengan pelbagai klaim yang terasa “masuk akal”. Tapi inti kebobotannya tak bisa setan akali. Yaitu yang ditandai oleh Tuhan sendiri –tidak diwakilkan kepada SI-ANU– bahwa pengangkatan, pembekalan dan pengutusan NABI TUHAN harus dilakukan oleh Tuhan sendiri! Dan kenabian Muhammad gagal total disini!


Maka kita harus sungguh sungguh kritis dan mawas terhadap “kebiasaan yang dianggap benar”, taken for granted. Setan sangat ahli membuta-tulikan indra dan hati kita dalam tradisi yang membelenggu “kenyamanan” masa-bodo kita. Beranilah dengan berseru:

“I want to believe what is true, whether I like it or not!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *