Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini,  Kesaksian Kristen,  Keselamatan dalam Kristen vs Islam,  Yesus Kristus vs Isa Almasih

Mengenal Tuhan Secara Pribadi Pesan Kristiani bagi Dunia Muslim – seri 7

Roh Kudus: Hadirat Tuhan Yang Tinggal Di Dalam Kita

Setelah Yesus bangkit dari kematian, Ia menampakkan diri kepada murid-muridNya di berbagai kesempatan. Pada hari ke empat puluh Ia naik ke Surga setelah terlebih dulu memberitahukan kepada mereka ‘Dan lihatlah, Aku mengirimkan janji Bapa-Ku kepadamu, tetapi tinggallah di kota Yerusalem sampai kamu diperlengkapi kuasa dari tempat tinggi’ (Lukas 24:49). Ia mengidentifikasikan kuasa itu dengan sangat jelas: ‘karena sesungguhnya Yohanes telah membaptis dalam air tetapi kamu akan dibaptis dalam Roh Kudus, tidak berapa hari lagi sesudah ini’ (Kisah Para Rasul 1:5). Sepuluh hari setelah kenaikanNya ke Surga, selagi para murid berkumpul bersama-sama di Yerusalem, ‘Dan tiba-tiba datanglah suatu bunyi dari langit seperti angin kencang yang menderu dan memenuhi seluruh rumah, tempat mereka sedang duduk. Dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti api yang bertebaran dan hinggap di atas mereka masing-masing. Dan mereka semua dipenuhi oleh Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa-bahasa yang lain, seperti yang Roh itu terus-menerus memberikan kepada mereka untuk mengucapkannya.’ (Kisah Para Rasul 2:2-4)

Kerinduan Tuhan yang terdalam adalah untuk masuk ke dalam hubungan yang sedekat mungkin dengan umatNya, digenapi ketika RohNya turun ke atas para murid Yesus. Inilah permulaan zaman keemasan dari Perjanjian Baru. Tuhan dan manusia sekarang dipersatukan satu sama lain – untuk selama-lamanya! Klimaks dari tujuan Tuhan yang tertinggi telah tercapai. Ketika Yesus, Putra Tuhan berjalan dalam wujud manusia di antara umat Israel, Tuhan hadir bersama-sama dengan umatNya dengan cara yang sangat personal dengan intimasi yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan pada era Musa. Tetapi sekarang, ketika Roh Kudus datang untuk tinggal di dalam hati umatNya dan untuk tinggal di situ hingga Yesus datang kembali, Tuhan sekarang hadir di dalam umatNya, untuk tinggal di dalam hati mereka yang terdalam.

Orang-orang Kristen sejati, yang dilahirkan dari Roh Tuhan, mengenal Tuhan secara pribadi. Mereka mengijinkan RohNya mencari kedalaman hati mereka, mencabut semua ketidak jujuran, arogansi, bangga pada diri sendiri, hawa nafsu, sombong rohani dan perasaan benci. Mereka memiliki sebuah jaminan mutlak akan hidup yang kekal. Mereka tahu bahwa semua dosa-dosa mereka sudah diampuni. Mereka mengasihi Tuhan dengan segenap hati mereka. Mereka tahu bahwa Tuhan itu sangat layak untuk mereka kasihi dengan sepenuh hati, karena Ia sudah menebus mereka dengan harga yang sangat mahal. Ketika mereka telah melihat kasih itu, disempurnakan dalam pengorbanan PutraNya, maka mereka menjadi bebas untuk mengasihiNya dengan segenap hati, jiwa dan pikiran mereka. Tak ada yang menghalangi di antara mereka dan kerajaan Surga.

Rasul Paulus menyebut orang Kristen sejati yang pertama sebagai berikut: ‘tetapi sekarang, setelah mengenal Elohim, dan terlebih lagi dengan dikenal oleh Elohim, bagaimana mungkin kamu berbalik lagi pada kaidah yang lemah dan rendah, yang dengannya kamu menginginkan lagi untuk menghambakan diri kembali?’ (Galatia 4:9 – penekanan ditambahkan). Hal ini dengan jelas menunjukkan bahwa merupakan kerinduan Tuhan untuk membukakan jalan bagiNya untuk dikenal dan bukannya sejumlah usaha-usaha religius yang dilakukan oleh manusia yang membawaNya ke dalam posisi ini. Anda juga bisa mengenal Tuhan secara personal – jika anda mau menyerahkan diri anda kepada Yesus Kristus dan menerima sepenuhnya keselamatanNya.

Iman Abraham, yang disempurnakan dalam kerelaannya untuk mengorbankan anaknya, adalah sebuah refleksi yang indah dari kesetiaan Tuhan sendiri. Tetapi anugerah Tuhan dengan menyerahkan AnakNya sebagai korban bagi penebusan kita, adalah bukti yang sempurna dari kasihNya yang besar bagi kita. ‘Dalam hal ini kasih Elohim telah dinyatakan di dalam kita, bahwa Elohim telah mengutus Putra-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita dapat hidup melalui Dia. Dalam hal ini, kasih itu bukanlah karena kita telah mengasihi Elohim, melainkan karena Dia sendiri telah mengasihi kita dan Dia telah mengutus Putra-Nya sebagai pendamaian berkenaan dengan dosa-dosa kita.’ (1 Yohanes 4:9-10)

Yesus berkata ‘Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari atas, ia tidak dapat melihat kerajaan Elohim’ (Yohanes 3:3). Ini termasuk anda. Untuk bisa dilahirkan dari Roh Tuhan adalah satu-satunya jalan bagi setiap orang, pada setiap waktu, pada setiap zaman, untuk bisa dibebaskan dari dosa-dosanya dan menjadi seorang warga negara Surga. Iman yang benar, iman Habel, adalah satu-satunya agama dunia yang sejati, jika ia bisa disebut sebagai sebuah agama. Dalam kenyataannya ini adalah sebuah iman yang hidup, sebuah respon terhadap kesetiaan Tuhan yang pada akhirnya dan secara sepenuhnya dinyatakan di dalam keselamatan melalui Yesus Kristus. Dikaitkan dengan pernyataan Tuhan bahwa Abraham adalah orang benar dalam pandanganNya, sepenuhnya karena ia telah percaya kepada kesetiaanNya. Paulus berkata: ‘Namun hal itu tidak ditulis bagi dia sendiri saja, bahwa hal itu diperhitungkan kepadanya, melainkan bagi kita juga; yang bagi kita akan segera diperhitungkan, yaitu bagi yang percaya kepada Dia yang telah membangkitkan YESUS Tuhan kita dari antara yang mati, yang telah diserahkan karena kesalahan-kesalahan kita dan telah dibangkitkan demi pembenaran kita’ (Roma 4:23-25).

Karena itu Paulus melanjutkan: ‘Karena itu siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama telah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang’ (2 Korintus 5:17). Umat Tuhan sejati adalah mereka yang percaya kepada Yesus, Putra Elohim, dan yang telah menerima janjiNya yaitu Roh Kudus. Orang-orang Kristen yang membaca Qur’an seringkali kaget dengan statement dalam kitab ini yang sebenarnya menegaskan hal itu. Qur’an yang muncul kemudian sangat dekat dalam mengenal pewahyuan ini. Yang pertama, ia mengatakan bahwa seorang malaikat menampakkan diri kepada ibu Yesus dan berkata kepadanya: ‘Hai Maria, sesungguhnya Allah memberikan kepadamu kabar baik dari kalimat (Firman) yang datang daripadaNya, namaNya adalah Al Masih, Isa putra Maria’ (Sura 3:45). Dalam bahasa Arab, kata kunci di sini adalah kalimatim-minhu (‘sebuah firman/kalimat daripadaNya’). Perhatikan kata-kata minhu – ‘daripadaNya’ – artinya bahwa Yesus datang dari Tuhan sendiri dan bukan hanya sekedar seorang manusia biasa.

Dalam bagian lain Qur’an mengatakan kepada orang-orang percaya sejati ‘Mereka itulah yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan (sebuah Roh) yang datang daripadaNya’ (Sura 58:22). Kata kuncinya di sini juga sangat mirip: ‘sebuah Roh daripadaNya’ – ruhim-minhu. Tidak perlu menjadi seorang yang cerdik untuk menemukan bagaimana Qur’an menegaskan inti dari Injil Kristen. Yesus adalah Firman yang datang dari Tuhan sendiri (minhu – ‘daripadaNya’), dan Roh Kudus yang mengikuti adalah Roh yang juga datang dari Tuhan (minhu – ‘daripadaNya’). Qur’an secara tegas menyatakan bahwa kedua oknum ini datang dari Tuhan sendiri. Ia tidak memakai ekspresi ini (minhu) untuk setiap pribadi lain dalam sebuah konteks yang sama.

Pintu sekarang sudah terbuka bagi anda untuk percaya kepada Penebus yang datang dari Tuhan yaitu Yesus Kristus, dan untuk masuk ke dalam sebuah hubungan personal denganNya melalui menerima Roh Kudus. Hal yang harus dilakukan hanyalah tindakan iman yaitu percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat anda.

Beberapa tahun terakhir ini, saya seringkali menanyakan kepada orang-orang Muslim tiga pertanyaan krusial. Yang pertama, apakah anda mengenal Tuhan secara pribadi? Sudahkah anda masuk ke dalam hubungan yang terbesar – sebuah hubungan yang hidup dan bersifat pribadi denganNya? Kedua, apakah dosa-dosa anda sudah diampuni karena namaNya? Sudahkah anda dibersihkan tidak hanya dari perasaan bersalah atas semua dosa-dosa anda tetapi juga dari kuasa dosa itu? Yang terakhir, apakah anda mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap pikiran dan kekuatan anda? Apakah anda memiliki bukti nyata bahwa Tuhan itu benar-benar untuk dikasihi, karena Ia telah melakukan hal-hal yang luar biasa untuk membuktikan kasihNya kepada anda, dan meminta anda, sebagai balasannya, untuk merespon Dia dengan mengasihiNya dengan segenap hati?

Saya telah menerima jawaban-jawaban yang bervariasi atas pertanyaan-pertanyaan ini, tetapi seorang wanita Muslim yang masih muda baru-baru ini memberi saya jawaban yang, dalam pandangan saya, secara tepat merefleksikan jawaban sesungguhnya yang bisa diberikan oleh seorang Muslim berdasarkan teologi Islamik. Pertama, ia katakan: ”Berdasarkan Islam, adalah mustahil untuk mengenal Tuhan secara pribadi. Anda bisa percaya kepada Allah, berdoa kepadaNya, menyembahNya, tetapi tidak akan pernah mengenalNya.” Ia meneruskan: “Juga adalah mustahil untuk mengetahui bahwa semua dosa-dosa anda sudah diampuni. Anda bisa berdoa untuk pengampunan, berusaha memelihara hukum-hukum Allah, dan mengharapkan anugerahNya, tetapi anda tidak akan pernah tahu dengan pasti dalam hidup ini bahwa anda sudah diampuni.” Terakhir ia katakan: “Apakah saya mengasihi Tuhan dengan segenap hatiku? Saya belum pernah memikirkan hal ini. Saya mempercayaiNya, saya bersedia untuk melayaniNya – tetapi untuk mengasihiNya? Hal ini belum pernah terlintas di benak saya.”

Kabar baiknya adalah, ketiga hal ini sekarang terbuka bagi anda. Tuhan sejati telah meruntuhkan penghalang antara Dia dengan manusia berdosa ketika Yesus Kristus mati bagi dosa-dosa dunia. Pintu telah dibukakan bagi semua orang percaya sejati untuk menerima Roh KudusNya dan hidup dengan kepastian iman di dalamNya (iman Habel), daripada berusaha dengan sia-sia mempercayakan diri mereka dengan kesetiaan seperti budak untuk melakukan rutinitas dan ritual-ritual keagamaan (agama Kain). Anda bisa mengenal Tuhan secara pribadi, anda bisa diampuni dari semua dosa-dosa anda, dan anda bisa mengasihiNya dengan segenap hati, jiwa dan pikiran anda. Ini adalah kunci untuk hidup yang kekal.

Iman Abraham merefleksikan kesetiaan Tuhan. Ia bersinar seperti bulan ketika merespon sinar matahari. Tetapi orang percaya sejati bisa melakukan jauh lebih banyak daripada itu. Sebagai balasannya mereka pun bisa mengasihi Tuhan. Mereka akan bersinar seperti matahari-matahari kecil di kerajaan Bapa mereka (Matius 13:43, penekanan ditambahkan). Para malaikat akan terus-menerus merefleksikan kemuliaan Tuhan ketika hari itu tiba, tetapi orang Kristen sejati akan menurunkannya kembali kepadaNya. Para malaikat adalah para pelayan surgawi Tuhan, tetapi Tuhan menebus umatNya yang ada di bumi ini untuk menjadi anak-anakNya. Mereka akan memanifestasikan kehadiran Roh Kudus dalam diri mereka. Terang mereka akan bersinar dari dalam dengan cahaya yang murni dan transparan. Tidaklah mengherankan ketika Paulus melukiskannya: ‘Namun, sebagaimana telah tertulis, apa yang mata belum pernah melihat dan telinga belum pernah mendengar dan belum pernah timbul pada hati manusia, itulah yang telah Elohim sediakan, bagi mereka yang mengasihi Dia’ (1 Korintus 2:9).

Dengan iman di dalam Yesus, dan dengan iman itu sendiri, anda bisa menjadi seorang anak Tuhan sejati, mengenal Dia secara pribadi, diampuni dari semua dosa-dosa anda, dan menjadi pewaris hidup yang kekal. Yesus berkata: ‘Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup. Tak seorang pun yang sampai kepada Bapa kecuali melalui Aku’ (Yohanes 14:6). Seorang orang Kristen sejati telah menerima jaminan: ‘Kamu mengasihi Dia meskipun belum tahu. Meskipun sekarang belum melihat hingga percaya bahkan dimuliakan di dalam Dia, namun kamu bersukaria dengan sukacita yang tak terungkapkan, karena mencapai tujuan akhir imanmu, yaitu keselamatan jiwa-jiwa’ (1 Petrus 1:8-9).

Pintu terbuka bagi semua manusia di bumi, tak peduli apa latar belakang mereka, dan meskipun mereka penuh dengan dosa atau tengah mengalami dukacita yang hebat – untuk menerima anugerah Tuhan yang sempurna di zaman anugerah ini dan menjadi pewaris dari kerajaan kekalNya.

Sebagaimana Yesus mengatakan: ‘Akulah pintu. Jika seseorang masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan, dan dia akan masuk dan akan keluar dan akan menemukan padang rumput’ (Yohanes 10:9). Pintu itu akan tetap terbuka hingga kedatanganNya. Pintu itu tetap terbuka bagi anda.

* KSILT (Kitab Suci Indonesian Literal Translation) diterbitkan oleh Yayasan Lentera Bangsa


Translated from the English: Knowing God Personally
© Copyright 2009 John Gilchrist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *