Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini,  Keselamatan dalam Kristen vs Islam,  Komparasi

Mengapa Menyelidiki Paskah ? (Kebangkitan YESUS)

Bagaimana jika ada Tuhan ?
Bagaimana jika ada rencana ilahi bagi umat manusia?
Bagaimana jika jiwa atau roh seseorang ada untuk selamanya?
Bagaimana jika ada sorga dan neraka?
Bagaimana jika ultimatum Alkitab akan sorga dan neraka benar?
Bagaimana jika berkomitmen kepada Yesus merupakan satu-satunya jawaban untuk mencapai sorga?

Apabila semua ini benar, maka memahami dan menerima rencana Tuhan merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Lebih penting dari liburan berikutnya. Bahkan lebih penting daripada slip gaji berikutnya. Dan pilihan kita yang berkenaan dengan rencana itu akan mempengaruhi kita selamanya. Itu merupakan pilihan yang dapat membawa sukacita sejati di
bumi ini. Pilihan yang dapat berarti ―tak ada lagi penderitaan dan tak ada lagi air mata selamanya, Atau pilihan yang akan membawa pada kengerian abadi.

Akankah Tuhan mengharapkan kita menerima rencana-Nya berdasarkan iman ?

Ya dan tidak, karena sejarah tak akan pernah dapat ― terbukti. Sebaliknya, bukti merupakan satu-satunya dasar untuk memverifikasi fakta sejarah. Apakah ada bukti untuk kebangkitan Yesus ?

Tentu saja. Ada jauh lebih banyak bukti untuk kebangkitan Yesus daripada untuk peristiwa lain apapun dalam sejarah dunia.
Seringkali orang-orang tidak menjalin hubungan dengan Tuhan karena mereka gagal menyelidiki dan memahami kepercayaan mereka. Beberapa orang diajari kepercayaan yang salah sejak lahir, yang tidak pernah mereka pertimbangkan secara objektif. Beberapa orang disesatkan oleh
individu-individu yang dengan cerdik mengutak-atik fakta-fakta dan mengatakan kepada orang-orang apa yang ingin mereka dengar. Dan ada berlimpah-limpah bukti untuk paskah pertama dan pesan luar biasa yang dibawakannya kepada umat manusia. Karena itu kita mungkin saja
menolak Tuhan karena apatis… atau karena kesombongan diri… atau karena alasan lain.

Namun kita tidak memiliki dasar untuk menolak Tuhan karena kurangnya bukti jika kita ingin mengambil waktu untuk mencarinya. Sebagaimana dikatakan Alkitab, ―mereka tidak dapat berdalih‖ (Roma 1:20).

PASKAH PERTAMA – ISU-ISU SEBENARNYA –

Isu yang sebenarnya dari paskah pertama –Yesus Kristus – telah dianalisis jauh lebih sering daripada siapapun dalam sejarah dunia

1. Apakah Yesus benar-benar eksis
Eksistensi Yesus merupakan salah satu fakta yang paling kokoh dalam sejarah. Ribuan manuskrip awal yang selamat dari upaya-upaya pembasmian besar-besaran yang memberikan dukungan untuk eksistensi Yesus jauh lebih banyak daripada dukungan yang ada untuk fakta sejarah lainnya. Dan konfirmasi martir-martir Kristen mula-mula yang masih hidup pada masa Yesus tidak dapat disangkal.

2. Sebenarnya Tentang Apakah Paskah Itu ?
Inti paskah adalah hubungan manusia dengan Tuhan. Manusia dipisahkan dari Tuhan oleh dosa. Tuhan mengharuskan suatu korban sempurna agar hubungan-hubungan manusia dengan-Nya dapat ditebus. Penebusan itu disediakan, bagi mereka yang menerima-Nya, dengan kematian Anak Tunggal-Nya. Kebangkitan (Paskah) memverifikasi peran Yesus dan kemenangan puncakNya atas dosa. Perjanjian Lama penuh dengan ratusan pesan yang mempersiapkan manusia untuk kehadiran Yesus dan memverifikasi kedatangan-Nya.

3. Mengapa Yesus Penting ?
Sukacita di Bumi dan untuk selama-lamanya. Kekuatan untuk menghadapi tantangan apapun. Kehidupan kekal bersama Tuhan. Semua orang harus membuat pilihan untuk menerima atau menolak Dia yang dengan penuh kasih memberikan nyawa-Nya untuk kita. Tidak membuat keputusan juga merupakan pilihan … penolakan. Yesus memberikan karunia-karunia cuma-cuma di atas kepada siapa saja.

PASKAH PERTAMA – FAKTA-FAKTA SEJARAH KUNCI –

1. Kubur Yang Kosong : Kubur itu kosong. Jasad Yesus tidak pernah ditemukan. Musuh-musuh awal pasti melakukan sesuatu untuk menemukan jenazah-Nya dan membungkam kisah kebangkitan untuk selamanya. Kubur itu juga dijaga sangat ketat untuk menghindari pencurian.
2. Nubuat-Nubuat Kitab Suci : Nubuat-nubuat mendetail memberitahukan banyak fakta tentang Sang Mesias. Siapa Ia kelak, apa yang akan Ia lakukan, kapan Ia akan datang, di mana Ia akan dilahirkan.
3. Nubuat-Nubuat Yesus Sendiri : Yesus sendiri menubuatkan detail-detail kematian dan kebangkitan-Nya. Ini menguatkan keilahian-Nya.
4. Perubahan Paulus : Seorang pemimpin terkemuka, penganiaya terhadap orang-orang Kristen, melepaskan kekayaannya, posisi dan statusnya begitu ia bertemu Yesus yang sudah bangkit. Paulus bahkan menuliskan sebagian besar Perjanjian Baru.
5. Saksi-Saksi Lain : banyak orang menyaksikan Kristus yang sudah bangkit… lebih dari 500 orang melihat Yesus setelah kebangkitan (1 Korintus 15:6). Apabila kebangkitan tidak benar, laporan-laporan Injil yang disebarluaskan tidak akan pernah dapat bertahan menghadapi ujian waktu.
6. Ledakan Manuskrip : Belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi lagi ledakan laporan akan sebuah peristiwa, seperti laporan tentang kelahiran, kehidupan dan kebangkitan Yesus. Catatan sejarah tersedia bagi banyak saksi mata.
7. Terbentuknya Jemaat Dengan Cepat : Peristiwa-peristiwa yang menyebabkan terbentuknya jemaat – sebuah kumpulan yang selamat dari penganiayaan yang paling terarah dan intensif sepanjang masa.
8. Bukti Non-Kristen : Beberapa penulis-penulis non-Kristen mencatat fakta-fakta tentang Yesus, murid-murid-Nya dan kebangkitan.
9. Kemartiran Murid-Murid : Sebelas orang yang tahu pasti akan kebenaran Yesus dan kebangkitan-Nya, bersedia – bahkan dengan sukacita – mati untuk mendukung laporan sejarah. Itu mencerminkan upaya sengaja murid-murid untuk memastikan catatan sejarah tetap utuh, kendati harganya adalah hukuman mati.
10. Para Martir Historis : Jutaan orang, banyak yang dapat berkomunikasi dengan para saksi mata, bersedia mati untuk mempertahankan catatan sejarah.
11. Catatan Yahudi : bahkan orang-orang yang dengan keras menentang Yesus memberikan bukti sejarah, termasuk ratusan nubuat, hari-hari raya nubuatan, dan rujukan-rujukan dalam tulisan-tulisan seperti Talmud.
12. Arkeologi : Para Arkeolog percaya bahwa mereka telah menemukan tempat kelahiran Yesus. Juga ditemukan bukti menarik lainnya akan eksistensi Yesus dan luasnya pengetahuan akan kebangkitan.

APAKAH YESUS EKSIS ?
Sebenarnya hampir semua agama –bahkan yang menentang Dia- mengakui eksistensi Yesus. Selama ratusan tahun, eksistensi Yesus diterima secara luas sebagaimana eksistensi Abraham Lincoln diterima pada saat ini. Baru dalam sejarah relatif belakangan ini, beberapa orang mempertanyakannya. Mungkin dalam beberapa ribu tahun mendatang, eksistensi Tn. Lincoln
juga akan dipertanyakan.

Catatan Sejarah Kristen
Banyaknya catatan sejarah Kristen jauh melampaui jumlah catatan apapun tentang siapapun yang pernah hidup di planet ini. Manuskrip-manuskrip awal yang masih ada melebihi 24.000. Yang paling awal ditulis 25 tahun setelah kematian-Nya. Tidak ada karya kuno lainnya yang mendekati kredibilitas dokumenter Alkitab, termasuk semua karya yang kita terima sebagai karya sejarah. Beberapa contohnya adalah:

Manuskrip utama yang eksis Jumlah Catatan
Awal
Lamanya peristiwa sampai
manuskrip yang eksis
Gallic War – Julius Caesar 10 1000 tahun
Sejarah – Pliny the Younger 7 750 tahun
Sejarah – Thucydides 8 1300 tahun
Sejarah – Herodotus 8 1300 tahun
Iliad – Homer 643 500 tahun
Perjanjian Baru 24.000 + 25 tahun

Banyaknya jumlah laporan tentang kebangkitan sangat luar biasa dengan pertimbangan bahwa:

1. Yesus tidak menduduki posisi penting dalam masyarakat pada waktu itu. Ia bukan seorang Raja, bukan seorang pemimpin agama dan bukan seorang jenderal Bagi Roma, Yesus hanyalah seorang tukang kayu rendahan yang berasal dari kota kecil terpencil dengan pelayanan tiga tahun yang kurang memadai. Roma hampir tidak mengenal Yesus sampai kesaksian para saksi mata belakangan mengancam stabilitas politik dan religius.
2. Catatan-catatan tentang Dia selamat dari upaya pembasmian paling intensif sepanjang masa. Berkembang pesat dalam jumlah: Saksi-saksi Kristen yang dibunuh, catatan-catatan tertulis dibakar, dan siapapun yang mengaku percaya kepada Kristus dihukum mati. Pada tahun 303 M, dikeluarkan sebuah maklumat untuk memusnahkan Alkitab di seluruh dunia. Mereka yang kedapatan memiliki Alkitab dibunuh.
3. Tidak ada mesin cetak, dan populasi dunia masih rendah waktu itu. jumlah manuskrip awal yang selamat luar biasa mengejutkan, mengingat semuanya disalin dengan tangan dalam populasi manusia yang jauh lebih sedikit. Hanya 138 juta orang yang ada pada masa itu, tanpa metode duplikasi otomatis untuk mencetak kata. Apa yang memotivasi pekerjaan yang sedemikian intensif ?

Apakah bertahannya catatan Kristen secara luar biasa merupakan suatu mukjizat atau sekedar meluasnya suatu mitos ? mengapa agama-agama lain – dengan pemimpin yang lebih menonjol, dengan pelayanan seumur hidup, dengan penganiayaan lebih sedikit – tidak memiliki bukti serupa ? Sesuatu yang besar telah terjadi.

DOKUMENTASI MANUSKRIP
Posisi seorang penyalin Yahudi merupakan salah satu yang paling menuntut dan dihargai di zaman Alkitab. Setelah menjalani latihannya selama bertahun-tahun, para penyalin baru diizinkan mempraktekkan profesinya setelah berumur 30 tahun. Kadang-kadang dirujuk sebagai
doktor Hukum, mereka bergabung dengan para imam dalam mengajarkan Hukum.

ATURAN-ATURAN PENYALINAN KITAB SUCI
Pencatatan Kitab Suci merupakan tanggung jawab yang serius. Begitu pentingnya reproduksi yang tepat sehingga para penyalin Yahudi dipaksa mengikuti aturan-aturan yang menuntut ini kapan saja manuskrip disalin:
1. Gulungan-gulungan kitab –kertas, tinta, dan permukaan harus disiapkan secara khusus.
2. Spesifikasi-spesifikasi ketat – jumlah kolom spesifik, 37 huruf per kolom.
3. Master harus digunakan – tidak ada duplikat dari duplikat.
4. Setiap huruf harus dikonfirmasi secara visual – tidak ada penulisan frase.
5. Jarak antar huruf diperiksa dengan seutas benang.
6. Alfabet – setiap huruf dihitung dan dibandingkan dengan masternya.
7. Huruf-huruf per halaman dihitung, dan dibandingkan dengan masternya.
8. Huruf tengah gulungan kitab diverifikasi apakah sama dengan masternya.
9. Satu kesalahan – gulungan kitab dimusnahkan.

BUKTI KEOTENTIKAN:
Tidak mengejutkan, para kritikus Alkitab, khususnya mereka yang mengetahui mukjizat-mukjizat nubuat, menyiratkan bahwa Alkitab diubah, diganti, dan entah disalahgunakan.

Umumnya orang-orang mengklaim bahwa Alkitab dikendalikan oleh Gereja Katholik Roma, yang diduga memiliki ―kesempatan dan motif‖ untuk mengubah Kitab Suci untuk mencapai tujuannya. Para kritikus semacam ini melewatkan beberapa fakta kunci. Terdapat dua set tak terbantahkan bahwa umat manusia kini memiliki apa yang tidak dikendalikan secara historis oleh Gereja Kristen dan memverifikasi keotentikan pesan yang terdapat dalam kata-kata Alkitab yang kita baca saat ini:

SEPTUAGINTA
Hampir 300 tahun sebelum Kristus, dunia menjadi begitu terbiasa dengan bahasa Yunani sehingga bahasa Ibrani mulai ―hilang‖. Dianggap lebih penting untuk menterjemahkan Alkitab ke dalam sebuah bahasa yang umum daripada berusaha mengajarkan bahasa Ibrani kepada semua orang. Sekelompok sarjana elite yang terdiri dari 70 orang berkumpul untuk menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Yunani. Hasilnya adalah dokumen yang disebut Septuaginta (bermakna ―tujuh puluh‖), yang disusun sekitar tahun 250 SM. (beberapa salinannya dibuat dengan menggunakan teknik-teknik para penyalin di atas). Kini kita masih memiliki salinan-salinan dari terjemahan-terjemahan awal. Pesan Septuaginta konsisten dengan terjemahan Alkitab.

GULUNGAN-GULUNGAN KITAB LAUT MATI
Keraguan apapun mengenai transmisi akurat menuskrip-menuskrip terhapus pada tahun 1947 dengan ditemukannya ratusan gulungan kitab yang terkubur hampir selama 2000 tahun. Banyak yang ditulis sebelum 100 SM. Perbandingan dengan salinan-salinan Yahudi yang belakangan
dengan jelas menunjukkan tidak adanya perubahan.

BUKTI NON-KRISTEN
Hanya sedikit karya tulisan apa pun dari periode tahun 30 M, sampai dengan 60 M. yang masih ada. Semua karya dari tahun 50-60 M. yang masih ada dikatakan hanya cukup untuk membuat 2 penahan buku berjarak satu kaki jauhnya satu dengan lainnya. Pembunuhan orang-orang Kristen atas perintah Nero pada tahun 64 M. membuat orang-orang non-Kristen menulis tentang Yesus:

1. Tulisan-tulisan dari Para Rabi Yahudi. Beberapa bagian dari Talmud dan tulisan-tulisan Yahudi lainnya dengan jelas merujuk pada Yesus Kristus. rujukan-rujukan itu termasuk :
-Penggantungan‖ Yesus (di sebuah salib) pada malam Paskah [ditulis: sekitar 40-180 M.]
– Mengidentifikasi Yesus dan nama lima orang muridnya.
– Penyembuhan dalam nama Yesus.
– Olok-olokan terhadap ―pernyataan kelahiran Yesus oleh seorang perawan, dan mengimplikasikan ―ketidaksahan-Nya
2. Thallus (sekitar tahun 52 M.) Karya sejarah yang dirujuk oleh Julius Africanus. Menjelaskan kegelapan pada saat kematian Kristus sebagai gerhana matahari. Walaupun tidak terjadi gerhana pada periode itu (di jelaskan oleh Julius Africanus), rujukan pada kematian Yesus disebutkan
sebagai kenyataan.
3. Josephus (sekitar 64-93 M.) Sejarawan Yahudi ini merujuk pada Yesus, mukjizat-mukjizatNya, penyaliban-Nya, dan murid-murid-Nya. Yang juga dirujuk adalah Yakobus, ―saudara lakilaki Yesus yang disebut juga Kristus‖, dan Yohanes Pembaptis.
4. Cornelius Tcitus (sekitar 64-116 M.) Menulis untuk menghalau desas-desus bahwa Nero menyebabkan kebakaran besar di Roma pada tahun 64 M., ia merujuk pada orang-orang Kristen sebagai para pengikut ―Christus‖, yang ―menjalani hukuman mati pada masa pemerintahan Tiberius, oleh keputusan prokurator Pontius Pilatus.‖ Kebangkitan disebut ―takhayul yang jahat‖.
5. Pliny the Younger atau Pliny yang Lebih Muda(sekitar tahun 112 M.) Sebagai gubernur Bitinia di Asia Kecil, ia meminta panduan dari Roma mengenai ujian yang tepat untuk diberikan kepada orang-orang Kristen sebelum menghukum mereka. (Bila mereka meninggalkan iman mereka, mengutuk Yesus, dan menyembah patung Kaisar Trajan, mereka dibebaskan).
6. Hadrian (sekitar tahun 117-138 M.) Sebagai respons terhadap pernyataan-pernyataan mengenai hukuman atas orang-orang Kristen yang menjauhkan orang-orang dari dewa-dewa kafir, yang mempengaruhi penjualan berhala-berhala, Hadrian memerintahkan agar mereka diperiksa‖ berkenaan dengan iman mereka (mirip dengan respons pada Pliny the Younger).
7. Suetonius (sekitar tahun 120 M.) Seorang sejarawan yang menulis tentang peristiwa-peristiwa pada tahun 40-60 M. Ia merujuk pada Kristus, kebangkitan yang merupakan ―takhayul yang berbahaya dan tidak lazim‖, dan pada orang-orang Kristen yang dihukum mati oleh Nero.
8. Phelegon (sekitar tahun 140 M.) Dirujuk oleh Julius Africanus dan Origen, ia merujuk pada ―gerhana‖, gempa Bumi, dan pada nubuat-nubuat Yesus.
9. Lucian dari Samosata (sekitar 170 M.) Satiris Yunani ini menulis tentang orang-orang Kristen, Kristus, penyaliban, martir-martir Kristen, dan ― kepercayaan-kepercayaan baru dan tidak lazim‖.
10. Mara Bar-Serapion (sebelum 70+ M.) Seorang filsuf Syria, ia menulis dari penjara kepada putranya, membandingkan Yesus dengan Socrates dan Plato.

APAKAH KEBANGKITAN YESUS BENAR-BENAR TERJADI ?

Sebagaimana yang telah diindikasikan halaman-halaman sebelumnya, penyaliban Yesus didokumentasikan dengan sangat baik dan diterima sebagai fakta. Dengan demikian pertanyaan pentingnya adalah, apakah Yesus bangkit dari kematian, membuktikan pernyataan dirinya sebagai Tuhan yang berinkarnasi ? Atau apakah terjadi hal lain pada jasad-Nya ? atau apakah Ia tidak pernah mati sama sekali ?

Kunci pada isu ini adalah arti penting lokal yang diberikan pada penanganan hukuman mati. Ucapan yang penuh kuasa dan makna serta banyaknya mukjizat membuat rakyat meminta Yesus menjadi raja. Ini mulai mengancam stabilitas politik lokal Roma dan kekuasaan religius
pemimpin Yahudi yang dikritik Yesus secara terbuka. Kematian Yesus serta pencegahan muslihat harus dipastikan, karena sebelumnya Yesus telah menyatakan bahwa Ia akan mengalahkan kematian. Akibatnya, diambil tindakan pencegahan sedapat mungkin (Matius 27:62-66).

Alkitab mengimplikasikan bahwa penyebab kematian Yesus adalah cardiac arrest (gagal jantung), diindikasikan oleh darah dan air yang mengalir keluar dari luka tikaman tombak (para pakar medis mengkonfirmasi ini). Untuk mengamankan jasad-Nya, ditempatkan penjaga-penjaga Roma di luar kuburan. Penjaga-penjaga semacam ini terdiri dari 16 serdadu, dengan rotasi disiplin untuk tidur di waktu malam (setiap empat jam, empat serdadu akan bergantian berjaga).

Para penjaga itu akan dijatuhi hukuman penyaliban Roma bila mereka tidur pada jam tugas mereka atau meninggalkan pos mereka. Gagasan bahwa semua penjaga tertidur, dengan mempertimbangkan hukuman mati tadi sangatlah tidak masuk akal. Untuk lebih memastikan keamanan, sebongkah batu seberat dua ton digulingkan ke depan kuburan Yesus dengan materai Pontius Pilatus di atasnya. Membuka materai itu tanpa persetujuan para penjaga resmi Roma berarti disalib terbalik. Isu sentralnya – yang tidak dapat dijelaskan oleh para pemimpin Yahudi, khususnya mengingat banyaknya tindakan pencegahan yang dilakukan –
adalah …

Apa yang terjadi dengan jenazah Yesus bila Ia tidak bangkit dari kematian sebagaimana yang diindikasikan dalam laporan-laporan Injil?

Penjelasan resminya adalah bahwa murid-murid mencuri jasad itu selagi para penjaga tertidur (dengan para imam melindungi para penjaga dari gubernur). Gagasan ini perlu karena tak seorangpun dapat menghasilkan tubuh mati Yesus, yang akan menghentikan kisah kebangkitan untuk selamanya. Apakah pencurian jenazah Yesus sangat tidak mungkin ?
1. Keenam belas penjaga pasti menghadapi risiko hukuman penyaliban apabila tertidur atau meninggalkan tugas. Pasti ada seorang penjaga yang tidak tertidur.
2. Murid-murid Yesus dalam keadaan terguncang, takut dan kacau balau, setelah melihat Tuan mereka disalibkan. Apakah masuk akal untuk berpikir bahwa mereka akan segera menciptakan rencana cemerlang dan dengan sempurna melaksanakannya pada hari istirahat Sabat ?
3. Motif apa yang dimiliki murid-murid ? Jika Yesus bukanlah Anak Allah seperti yang Ia nyatakan, mencuri jasad-Nya akan menciptakan suatu dusta tanpa manfaat apapun – dan kematian tanpa guna bagi murid-murid.

Bersambung — Mengapa Menyelidiki Paskah bagian 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *