Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini,  Keselamatan dalam Kristen vs Islam

Mengapa Menyelidiki Paskah ? Bagian 2

Analisis atas Penjelasan-Penjelasan Lain :

Apakah Yesus benar-benar mati ?
Saat itu penyaliban dilakukan lebih rutin, dan lebih menguras fisik untuk periode yang lebih lama, daripada kursi listrik di masa kini. Mungkinkah para algojo seprofesional itu tidak mengenali kematian ? Tikaman terakhir tombak ke daerah jantung adalah untuk memastikan bahwa seseorang sudah mati. Terhadap seorang ancaman politik seperti Dia, mereka harus yakin.

Jika Yesus tidak mati, apakah seorang yang ―setengah mati‖ dapat menggerakkan batu seberat dua ton dari dalam kubur dan melarikan diri dari sepasukan penjaga Roma tanpa terlihat ? Apakah jasad-Nya dicuri pada waktu malam ? Dengan tidak adanya senter atau sensor infra merah pada masa itu, mungkinkah sekumpulan murid ketakutan yang membawa-bawa obor dapat melewati sepasukan penuh penjaga Roma, menggerakkan batu seberat dua ton dan tidak terlihat ? Lebih jauh lagi, dua hari Sabat sangat membatasi gerakan. Dan sekali lagi, untuk motif apa ?

Para Saksi Mata Kebenaran, Mati Untuk Menceritakan Kisah Itu

Kemartiran demi suatu kepercayaan adalah tidak unik. Namun orang seperti apa yang bersedia mati demi suatu dusta yang diketahuinya ? Seorang yang gila ? Apakah semua murid mau menghadapi kesulitan dan kematian demi suatu dusta yang mereka ketahui ? Murid-murid bersama Yesus terus-menerus selama tiga tahun. Mereka pasti mengetahui kebenaran kebangkitan. Berdusta tidak akan berguna karena pelayanan Yesus nanti akan diperdebatkan.

Namun catatan-catatan dan laporan-laporan sejarah tentang para murid, mengindikasikan bahwa mereka semua dibunuh secara kejam karena kepercayaan mereka (kecuali Yohanes). Yakobus dirajam, Petrus disalibkan terbalik, Tadeus dibunuh dengan panah, Matius dan Yakobus (Zebedeus) dibunuh dengan pedang, dan yang lainnya disalibkan.

Kesaksian Katakombe
Di bawah kota Roma membentang goa-goa berukir sepanjang 900 mil di mana lebih dari 7 juta orang Kristen, banyak yang dihukum mati karena kepercayaan mereka, dikuburkan. Yang lain-lain bersembunyi di bawah goa-goa ini selama berlangsungnya penganiayaan hebat atas orangorang Kristen. Inkripsi-inkripsi yang paling awal diketahui di dinding-dinding bertanggal 70 M. beberapa penghuni awalnya mungkin berkomunikasi langsung dengan orang-orang yang telah melihat Yesus. Sejak sekitar tahun 400 M, Katakombe di kuburkan dan ―terlupakan‖ selama lebih dari 1000 tahun. Pada tahun 1578 Katakombe diketemukan kembali secara tidak sengaja.

Kini Katakombe dapat dilihat sebagai saksi bisu akan banyak orang yang lebih memilih mati daripada mengutuk Yesus atau bersujud pada patung seorang kaisar. Martir-martir Kristen sangat berbeda dari martir-martir dunia lainnya dalam hal bahwa fakta-fakta sejarah merupakan landasan kepercayaan mereka – fakta-fakta yang dapat diverifikasi pada masanya, bukan sekedar pemikiran-pemikiran.

Saksi-Saksi Lawan Berubah Menjadi Kristen
Paulus, seorang pemimpin penganiayaan terhadap orang-orang Kristen, melepaskan kekayaan, kekuasaan, dan kenyamanan setelah melihat Kristus yang sudah bangkit, kemudian menulis sebagian besar Perjanjian Baru. Dua anggota Sanhedrin (yang tidak hadir ketika Sanhedrin menjatuhkan hukuman atas Yesus) secara diam-diam menjadi murid Yesus. Saudara-saudara kandung Yesus yang tidak percaya, Yakobus dan Yudas, belakangan menjadi percaya setelah kebangkitan. Persidangan-persidangan hukum menganggap saksi-saksi lawan sangat penting, karena mereka cenderung mempersoalkan fakta-fakta yang mendukung lawan mereka. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa saksi-saksi lawan berubah menjadi orang-orang yang percaya kepada Yesus.

BUKTI ARKEOLOGIS KEBANGKITAN YESUS

Para Arkeolog telah menemukan dukungan kuat untuk banyak detail dari kehidupan Yesus. Beberapa contohnya adalah:

Bukti tidak langsung akan kebangkitan
Bukti bahwa orang-orang pada masa Yesus mempercayai kebangkitan terdapat pada peti-peti tulang (ossuary-wadah serupa jambangan untuk tulang-belulang) yang diketemukan dalam sebuah kuburan terkunci di luar Yerusalem pada tahun 1945. Koin-koin yang dicetak sekitar tahun 50 M, ditemukan dalam peti-peti itu, menunjukkan bahwa penguburan tersebut dilakukan dalam kira-kira 20th setelah penyaliban Yesus. Tanda-tanda pada peti-peti mati tersebut mudah dibaca dan mencakup kata-kata (dalam bahasa Yunani): ―Yesus, tolong‖ dan ―Yesus, bangkitkanlah dia.‖ Pada peti-peti mati itu juga terdapat beberapa salib, ditandai dengan jelas dengan menggunakan arang. Ini membuktikan bahwa orang-orang Kristen mula-mula percaya pada kemampuan Yesus untuk menang atas kematian. Ini juga terkait dengan pemikiran tentang kemenangan atas kematian di salib.

Sebelum kebangkitan, ―perampokan kuburan‖ tidak dianggap sebagai pelanggaran serius. Kebangkitan mengubah hal tersebut. Suatu inkripsi yang ditemukan di sebuah kuburan di Nazaret memperingatkan bahwa siapapun yang kedapatan mencuri dari kuburan akan menerima hukuman mati. Para sarjana percaya bahwa inkripsi itu ditulis seawal-awalnya pada
pemerintahan Tiberius (berakhir tahun 37 M) atau selambat-lambatnya pada pemerintahan Claudius (41-45 M). Yang manapun kasusnya, itu pasti sesaat sesudah penyaliban. Secara wajar, Nazaret yang adalah kampung halaman Yesus pasti ―menarik‖ bagi para pejabat.

KAIN KAFAN YESUS ?
Sebuah kain kafan (Kain Kafan dari Turin) oleh banyak orang dianggap sebagai kain kafan Yesus yang sebenarnya (Matius 27:59; Markus 15:46; Lukas 23:53). Beberapa Hal yang mendukung keasliannya adalah:
1. Tes-tes yang mengkonfirmasi jenis serat dan partikel-partikel kecil dari debu batu kapur yang hanya ada di wilayah tersebut.
2. Konfirmasi darah, pada luka-luka yang posisinya tepat seperti yang diindikasikan dalam laporan-laporan hukuman mati Yesus yang unik.
3. Konfirmasi penyaliban sebagai kemungkinan penyebab kematian berdasarkan citra yang dihasilkan… sesuai dengan tubuh yang sudah mati.
4. Perkiraan tanggalnya adalah sekitar penyaliban. Beberapa pakar telah dapat membuat tiruan citra pada kain kafan itu dengan menggunakan
teknologi masa kini. Beberapa orang percaya bahwa kain kafan itu merupakan muslihat rumit abad ke empat belas. Isu terakhirnya, yaitu apakah kain kafan itu digunakan oleh Yesus, bagaimanapun juga, tidak akan pernah pasti.

APAKAH KEBANGKITAN BERSIFAT FISIK ?

Beberapa orang (dan bahkan beberapa organisasi) berupaya meminimalkan atau bahkan menyanggah kebangkitan fisik Kristus. Mengapa ? Mungkin karena itu meruntuhkan pernyataan-pernyataan Yesus akan keilahian-Nya. Seorang nabi harus 100 persen akurat untuk menjadi seorang nabi Tuhan, dan Yesus dengan jelas mengindikasikan bahwa Ia akan bangkit kembali secara fisik dari kematian (Yohanes 2:19-22).

Atau mungkin orang-orang ingin mengurangi peran dan kuasa Yesus. Fakta-fakta dengan jelas menyatakan bahwa kebangkitan Yesus nyata
dan bersifat fisik. Kebangkitan merupakan peristiwa yang amat sangat penting bagi orang-orang Yahudi di daerah itu. Kaum Saduki dan Farisi berdebat sengit tentang konsep kebangkitan, lama sebelum Yesus. Setelah Paskah pertama, orang-orang berselisih tentang Kebangkitan, orang-orang
memenjarakan orang lain karena Kebangkitan, bahkan banyak orang-orang mati karena Kebangkitan. Pada masa sesudah Kebangkitan, tidak ada keraguan bahwa banyak orang percaya bahwa Yesus muncul kembali dalam wujud fisik.

Laporan-laporan yang dicatat dalam Perjanjian Baru berhasil bertahan dalam ujian pemeriksaan saksi mata. Laporan-laporan tentang kebangkitan dapat dengan mudah dipertanyakan oleh orangorang pada masa itu. Pada masa awal, tidak ada catatan tentang siapapun yang menyatakan bahwa Yesus adalah sesosok bayangan (hantu) atau halusinasi atau ―makhluk halus‖. Agar memiliki makna penting, kebangkitan harus merupakan kebangkitan tubuh, seperti yang diindikasikan oleh Yesus sendiri. Beberapa rujukan mendukung ini.

Makan, Minum, Menjamah
Apakah roh dapat makan ? Minum ? Menjamah ? Tidak ada bukti historis akan wujud roh apapun yang dapat melakukan fungsi-fungsi manusia kecuali roh itu menjadi manusia terlebih dahulu (misalnya malaikat menjadi manusia). Yesus, di sisi lain, secara spesifik membuat verifikasi penting akan eksistensi fisik-Nya dengan makan dan minum setelah kebangkitan (Lukas 24:37-43).

Apakah roh atau halusinasi dapat disentuh atau dirasakan ? Tomas, murid yang paling peragu, pasti percaya bahwa menjamah merupakan kriteria utama untuk ―bukti‖. Yesus secara fisik menampakkan diri kepada Tomas (dan yang lainnya), menantang dia untuk melihat bekas paku di kedua tangan-Nya dan menjamah pinggang-Nya (Yohanes 20:25-28).

YESUS – APAKAH IA ADALAH TUHAN ?

Orang-orang Kristen menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan (sebenarnya) yang muncul di dunia dalam daging manusia. Konsep Kristen akan satu Tuhan semesta alam mencakup tiga bagian yang sangat berbeda namun tak terpisahkan: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

APAKAH YESUS BERPIKIR BAHWA IA ADALAH TUHAN ?
Yesus sering merujuk pada ketuhanan-Nya sendiri, baik secara langsung maupun tidak langsung. Meskipun Yesus menegaskan bahwa ia adalah sang Mesias (Markus 14:62,63), ia tidak menggunakan istilah Mesias untuk merujuk pada diri-Nya sendiri, mungkin untuk membedakan Dia dalam ketuhanan-Nya dari pengharapan luas akan seorang Mesias manusia. Yesus kerap menggunakan istilah ―Anak Manusia‖ dan ―Anak Allah‖ untuk diri-Nya sendiri. Keduanya merujuk pada sifat ilahi-Nya (Daniel 7:13, 14; Matius 26:63, 64). Yesus juga menggunakan katakata spesifik ―Aku‖ (Ego eimi dalam bahasa Yunani, ani bu dalam bahasa Ibrani) dalam beberapa kesempatan (misalnya Yohanes 8:56-58).

Allah menggunakan kata-kata ini untuk mendeskripsikan diri-Nya kepada Musa. Yesus juga menyatakan secara spesifik bahwa Ia dan Allah adalah ―satu‖ (Yohanes 10:30). Dan Yesus dengan jelas mengindikasikan bahwa Ia memiliki otoritas atas hal-hal yang dikendalikan hanya oleh Tuhan, seperti pengampunan atas dosa (Markus 2:5-10), kuasa katakata-Nya yang tak berkesudahan (Matius 24:35), penerimaan akan kemuliaan (Yohanes 17:5),
dan yang juga penting adalah penerimaan Yesus akan penyembahan (Lukas 5:8; Yohanes 20:28).

Dasar monoteistik Yahudi yang kuat, mutlak melarang penyembahan terhadap apapun selain satu Tuhan sejati. Analisis atas kehidupan Yesus –mukjizat-mukjizat-Nya yang penuh belas kasihan, gaya hidup-Nya yang sempurna, dan kasih-Nya – mengindikasikan bahwa pernyataan- pernyataan-Nya dapat dipercaya, dan mungkin merupakan bukti terkuat akan keilahian-Nya.

APAKAH ORANG LAIN BERPIKIR BAHWA YESUS ADALAH TUHAN ?
Murid-murid Yesus memandang Yesus sebagai Tuan dalam daging manusia, dan mereka menyembah Dia sebagai demikian (Lukas 5:8, Yohanes 20:28). Tentunya, menyaksikan kebangkitan dan transfigurasi (Matius 17:1-5) merupakan bukti tak terbantahkan bagi mereka. Perjanjian baru dan tulisan-tulisan Kristen mula-mula mendefinisikan Yesus sebagai Tuhan …
Tuhan kami… di bumi sini (1 Korintus 8:6; 1 Timotius 2:5).

ADAKAH BUKTI LAIN AKAN KETUHANAN YESUS ?
Banyak orang mengatakan bahwa mukjizat-mukjizat Yesus merupakan bukti ketuhanan-Nya. Namun terdapat banyak catatan tentang mukjizat-mukjizat yang dilakukan oleh orang lain (dalam Alkitab dan lain-lain). Alkitab mengatakan bahwa penggenapan nubuat secara sempurna membuktikan campur tangan Tuhan (Ulangan 18:21, 22). Kemungkinan semua nubuat Perjanjian Lama tentang Yesus menjadi kenyataan dalam seorang manusia adalah di luar kemungkinan statistik tanpa campur tangan ilahi. Dan Yesus dinubuatkan dengan keakuratan sempurna tentang hal-hal seperti waktu kematian-Nya, cara kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan pemunculan-Nya belakangan di Galilea. Kesempurnaan nubuatan-Nya digabungkan dengan pernyataan-Nya sebagai Tuhan merupakan verifikasi akan ketuhanan Yesus.

MENGAPA NUBUAT PENTING ?
Manusia terobsesi dengan masa depan. Hubungan-hubungan… karir… kesehatan… kekayaan… kematian… pertanyaan-pertanyaan tentang masa depan mendenominasi pemikiran manusia. Tiga bentuk dasar meramalkan masa depan (selain menebak-nebak) adalah:
1. Perkiraan (Oleh para pakar) – Ramalan-ramalan akan efek-efek dari sebab-sebab – berdasarkan pengalaman dan pemahaman (cara ini didukung oleh Alkitab).
2. Tenungan (Oleh dukun dan sejenisnya) – Ramalan-ramalan yang berdasar pada informasi supranatural yang berasal bukan dari Tuhan (dilarang oleh Alkitab).
3. Nubuat (Oleh para nabi) — Ramalan-ramalan yang berdasar pada informasi yang diterima dari Tuhan (direkomendasikan oleh dan terdapat dalam Alkitab). Pakar-pakar bisa salah. Para dukun sering salah. Para nabi tidak pernah, tidak pernah salah. Begitu pentingnya peran para nabi alkitabiah sehingga mereka dibunuh bila membuat kesalahan dalam sebuah nubuat.

Pentingnya nubuat ditekankan dalam Alkitab dengan perintah untuk :
1. Menguji segala sesuatu… termasuk kitab-Kitab Suci dan orang-orang.
2. Menggunakan nubuat… untuk menentukan apakah sesuatu berasal dari Tuhan.

Alkitab terbuka terhadap serta dapat digunakan untuk pengujian nubuat. Lebih dari 1000 nubuat mengisi Alkitab. Nubuat-nubuat ini adalah tentang orang-orang, tempat-tempat dan peristiwa-peristiwa — nubuat-nubuat tepat yang dibuat berabad-abad sebelum penggenapannya.
Kita bisa memilih untuk menerima atau menolak pesan Alkitab. Para dokter memberitahu kita bagaimana memperpanjang hidup kita, dan para insinyur memberitahu cara membangun jembatan. Kita biasanya meminta nasihat dari pakar-pakar seperti itu. Namun para dokter dan insinyur kadang-kadang salah. Alkitab memberitahu kita bagaimana caranya meraih kehidupan penuh di Bumi dan untuk kekekalan. Nubuat membantu memverifikasi bahwa Alkitab tidak pernah salah. Kita sungguh bodoh bila menolaknya.

Standar-standar keberhasilan manusia:
 Memiliki rata-rata pukulan 40 % dalam bisbol professional.
 Berhasil meramalkan para pemenang pertandingan futbol sebanyak 75 persen sepanjang satu musim.
 Melempar koin 100 kali dan dengan benar meramalkan kepala atau ekor sebanyak 60 persen.
 Dengan tepat meramalkan kandidat yang menang dalam tiga dari empat pemilihan presiden mendatang.
 Dalam 100 perbandingan berbeda dari dua saham yang sangat mirip, dengan tepat memilih yang nilainya paling baik selama periode 12 bulan sebesar 70 persen.

Standar-standar keberhasilan Tuhan:
 100 persen – sama sekali tidak ada kesalahan dalam nubuat apapun, tidak peduli betapa ajaib atau luar biasa itu kelihatannya.
 Satu kesalahan oleh seorang nabi harus dihukum dengan kematian.

Nubuat-Nubuat – “Bukti” Statistik
Walaupun sejarah tak akan pernah dapat ―terbukti‖, probabilitas statistik yang luar biasa sering dipandang sebagai ―bukti‖ oleh para ilmuwan dan matematikawan. Dari sudut pandang statistik, keterlibatan Tuhan dalam kehidupan Yesus adalah “PASTI”. Sebagaimana diindikasikan sebelumnya, nubuat-nubuat yang terdapat dalam Perjanjian Lama ditulis lama sebelum kelahiran Yesus. Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati memberikan bukti tak terbantahkan bahwa laporan-laporan tersebut tidak diutak-atik selama berabad-abad.

Dari 469 nubuat sejarah yang terdapat dalam Perjanjian Lama yang harus digenapi, 467 telah diverifikasi sebagai nubuat yang sudah digenapi (kita tidak memiliki catatan akan penggenapan dua yang lainnya). Mungkin yang paling memikat adalah nubuat-nubuat mengenai Yesus. Siapakah nenek moyang Yesus menurut nubuat Alkitab:
 Daud : 2 Samuel 7:12-16; Yeremia 23:5.
 Isai : Yesaya 11.
 Yehuda : Yesaya 11 .
 Yakub : Kejadian 35:10-12; Bilangan 24:17.
 Ishak : Kejadian 17:16; 21:12.
 Abraham : Kejadian 12:3; 22:18.
 Sem : Kejadian 9:26, 27; 10.

Apa :
 Seorang perawan melahirkan : Yesaya 7:14.
 Kelahiran Juruselamat kekal : Yesaya 9:6,7.
 Juruselamat bagi Bangsa Yahudi dan bangsa bukan Yahudi : Yesaya 49:6.
 Pembuat mukjizat : Yesaya 29:18; 35:5,6.
 Ditolak oleh orang-orang Yahudi : Yesaya 53:1-3; Mazmur 118:22; Matius 21:42-46.

Di mana :
 Kota kelahiran Yesus : Mikha 5:2 menyatakan bahwa Yesus akan dilahirkan di
Betlehem, di Efrata (tepatnya, Yudea – ada di Betlehem lain yang lebih dekat dengan
rumah Yusuf di Nazaret).

Kapan :
Nubuat tanggal minggu palem : Daniel 9:20-27.
Walaupun nubuat Daniel ini rumit sebelum dipahami, nubuat yang dibuat sekitar tahun 535 SM. Ini meramalkan saat terakhir Yesus masuk ke Yerusalem sampai pada hari-Nya. Nubuat ini menyatakan “Tujuh Puluh Tujuh” Daniel :
 69 kali 7 (tahun) akan berlaku sejak dekrit untuk membangun Yerusalem sampai kedatangan ―Dia yang Diurapi‖ (disebut Messiah – dalam bahasa Ibrani). Ini merupakan tanggal masuknya Yesus ke Yerusalem pada Minggu Palem.
 Setelah waktu itu Dia yang Diurapi akan diputus (kata Ibrani yikaret, bermakna kematian yang tiba-tiba dan kejam – semacam penyaliban)
 Sejak saat itu kota Yerusalem dan bait suci akan dimusnahkan.
Nubuat: Daniel, seorang Ibrani, menerima wahyu nubuatan pada tahun 535 SM.

Dengan menggunakan definisi tahun Ibrani (360 hari) kita mendapatkan: 69 kali 7 tahun = 173.880 hari

Dekrit untuk membangun kembali Yerusalem dikeluarkan oleh Artahsasta pada tanggal 14 Maret 445 SM (Hari pertama bulan Nisan tahun itu – Nehemia 2:1-6). Dengan menggunakan kalendar 365 hari, serta penyesuaian untuk tahun-tahun kabisat dan penyesuaian ilmiah akhir (tahun kabisat jatuh setiap 128 tahun), kita mendapati bahwa jumlah hari-hari ini membawa kita tepat pada:

6 April 32 M.
Sejarah
: Pelayanan Yesus dimulai pada tahun ke lima belas pemerintahan Kaisar Tiberius (Lukas 3:1), yang pemerintahannya dimulai tahun 14 M. Suatu analisis kronologis atas pelayanan Yesus menunjukkan bahwa tiga tahun membuat minggu terakhir jatuh pada tahun 32 M.
The Royal Observatory di Greenwich, Inggris, mengkonfirmasi bahwa tanggal hari Minggu sebelum Paskah tahun itu adalah…

6 April 32 M.

Unsur-unsur nubuat lain yang juga digenapi:
 Yesus disalibkan 3 ½ hari kemudian.
 Roma memusnahkan kota Yerusalem dan bait suci pada tahun 70 M.
Nubuat-nubuat lain:
 Raja yang menunggang seekor keledai (Zakharia 9:9)
 Menderita dan ditolak (Yesaya 53:1-3)
 Disalib dan ditusuk (Mazmur 22:16)
 Undi dibuang untuk pakaiannya (Mazmur 22:18)
 Tidak ada tulang yang patah (Mazmur 34:21)
 Diberi empedu dan anggur (Mazmur 69:20-22)
 Ditikam dengan sebatang tombak (Zakharia 12:10)
 Semua keturunan melayani Dia (Mazmur 22:30)
 Dikhianati oleh seorang sahabat (Mazmur 41:9)
 Untuk 30 keping uang perak (Zakharia 11:12, 13)
 Perak itu dilemparkan di lantai bait suci, lalu digunakan untuk membeli tanah tukang periuk (Zakharia 11:13)

Para pakar statistik memperkirakan bahwa probabilitas semua nubuat ini menjadi nyata dalam seorang manusia siapa saja adalah kira-kira 1 kemungkinan dalam 10 pangkat 99 – kurang dari kemungkinan untuk dengan tepat memilih satu elektron dari semua zat di alam semesta, atau
intinya nol tanpa campur tangan ilahi.

Bersambung — Mengapa Menyelidiki Paskah Bagian 3

Leave a Reply

Your email address will not be published.