Alkitab vs Qur'an,  Eskatologi Kristen vs Islam,  Isu-Isu Terkini,  Keselamatan dalam Kristen vs Islam,  Komparasi

Surga Muslim (Bagian 2)

Sekarang tibalah saatnya kita membicarakan tentang kesukariaan yang tidak terbatas itu. Apakah umat Muslim yang hidup di dunia untuk beribadah kepada Allah yang tidak mereka kenal tersebut akan masuk ke surga yang juga merupakan tempat yang tidak mereka ketahui dan yang bahkan Allah dan KemuliaanNya-pun tidak Nampak di sana? (interpretasi penerjemah: jangan-jangan surga yang mengiming-imingi kesukariaan yang tidak terbatas itu sebenarnya tidak ada).

Sudah pasti (menurut Alkitab), manusia akan dapat melihat Tuhan (Elohim), Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Tuhan (Elohim)” (Matius 5:8). Kalau seseorang meninggal dalam dosa-dosanya tanpa mendapat pengampunan pada saat dia masih di dunia sebelum dia meninggal, tidak peduli agama apapun yang dianutnya selama di dunia, dia tidak akan masuk surga, tetapi akan dimasukkan ke neraka.

Yesus mengatakan kepada wanita yang sangat religius, “kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi” (Yohanes 4:22).

Kepada orang-orang yang mempercayaiNya, Yesus berkata: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Tuhan (Elohim), percayalah juga kepadaKu. Di rumah bapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. Dan kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ. Kata Tomas kepadaNya: Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke ditu? Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:1-6).

Jadi, surga umat Kristen adalah tempat di mana Yesus berada. Mereka akan melihat Yesus dengan Bapa Surgawi (Elohim) dalam kemuliaan. Alkitab menyatakan: “ … kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam kemuliaanNya yang sebenarnya” (1 Yohanes 3:2; Wahyu 22: 3-4).

Isu mengenai ‘sungai-sungai dari khamar’ tersebut di atas sangat membingungkan beberapa ahli tafsir Muslim. Namun mereka adalah orang-orang yang cerdik. Sebagian dari mereka, dalam usaha mereka untuk menjelaskan mengenai hal tersebut di atas mengatakan bahwa khamar itu sesungguhnya tidak mengandung alkohol (karena mereka tidak dapat membayangkan bagaimana keberadaan surga itu). Salah seorang dari ahli tafsir Muslim tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa sekalipun sungai-sungai tesrebut beralkohol, hal itu justru menjadi salah satu alasan mengapa umat Muslim dilarang minum khamar selama mereka masih berada di dunia karena di surga Muslim ada berlimpah-limpah khamar yang dapat dinikmati.

Alkitab menyatakan: “Karena ingatlah ini baik-baik; tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Elohim. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Elohim atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka” (Efesus 5:5-7).

“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu – seperti yang telah kubuat dahulu – bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Elohim” (Galatia 5:19-21).

Dengan segala macam minuman yang memabukkan dan skandal-skandal wanita di dalam surga Muslim tersebut, para peneliti bertanya-tanya apakah Allah tidak akan menghadapi masalah dalam menarik minat dan perhatian umat Muslim agar mereka menyembah/beribadah kepada Dia di dalam firdaus. Seseorang bertanya, “Apakah pesta pora dan percabulan tersebut akan dinikmati tepat di depan hadirat Allah di firdaus? Faktanya adalah bahwa Allah yang bertahta di dalam surga umat Muslim tidak pernah hadir di sana. Dalam seluruh Alquran kami tidak pernah menemukan bukti mengenai kehadiran Allah di dalamnya. Tidak ada lagi penyembahan kepada Allah di surga Muslim. Umat Muslim telah cukup melakukan penyembahan/ibadah kepada Allah ketika mereka masih hidup di dunia.

Kesukacitaan dalam surga umat Kristen bukanlah soal minum-minum dan seks. “Sebab Kerajaan Elohim bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Roma 14:17). Selain itu dalam surga umat Kristen juga akan ada ‘Perjamuan Kawin Anak Domba’ pada saat mana Yesus Kristus disertai oleh semua orang tebusanNya akan menikmati minuman air anggur kegirangan bersama-sama (Matius 26:26-29; baca juga Wahyu 19:6-10).

Dalam pesta perkawinan di Kana, Galilea, Yesus mengubah air menjadi anggur yang biasanya disajikan/dihidangkan dalam pesta-pesta semacam itu. Pada Perjamuan Malam Terakhir bersama murid-muridNya, Yesus juga menyajikan air anggur seperti yang disajikan di Kana dengan dilengkapi roti (yang melambangkan darah dan tubuhNya). Air anggur semacam itu juga merupakan minuman untuk kesehatan bagi masyarakat Yahudi pada umumnya (1 Timotius 5:23).

Jadi jelas bahwa di dalam surga di mana Yesus berada tidak ada ‘sungai-sungai khamar’. Yang ada di sana adalah ‘air kehidupan’ seperti yang dijanjikan oleh Yesus Kristus; dan seperti yang dilihat oleh Yohanes dalam wahyu-wahyu yang diterimanya dari Elohim yang disebutnya ‘mata air kehidupan’ (Wahyu 21:6-8; 22:1-2). Dan kami yakin bahwa ‘air hidup’ tidak berarti khamar atau minuman keras. Surga umat Kristen lebih ajaib daripada yang dapat kita bayangkan. Sementara khamar dan para wanita barangkali merupakan hal-hal yang paling menarik hati dan menyenangkan yang dapat dibayangkan oleh Muhammad, padahal pengalaman-pengalaman menjadi orang-orang tebusan dari Tuhan Yesus Kristus sungguh jauh melebihi mereka (maksudnya melebihi khamar dan para wanita tersebut di atas).

Kesukacitaan surgawi berbeda dengan kesukacitaan duniawi, sehingga ungkapan-ungkapan perasaan manusia tidaklah cukup untuk mendeskripsikannya. Alkitab menyatakan, “Tetapi seperti ada tertulis: Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Elohim untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Korintus 2:9).

Yohanes hanya melihat sekilas dari visi yang diterimanya dan dia hanya dapat mendeskripsikan sejauh yang dapat dia lakukan sebagai manusia. Dalam Matius 22:30, Yesus berkata, “Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di surga”. Pernyataan Yesus tersebut bertolak belakang dengan apa yang dikatakan oleh Muhammad mengenai surga. Kami ingin bertanya apakah Allah yang mengilhami doktrin kepada Muhammad tersebut sesungguhnya adalah Elohim, yang menurut pernyataan Yesus, adalah sebagai Tuhan yang memberikan pesan-pesan kepada Yesus? (maksudnya: Apakah Allah dan Elohim itu sebetulnya merupakan satu maujud?).

Yesus berkata, “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diriKu sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harua Aku katakana dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintahNya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakana, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh bapa kepadaKu” (Yohanes 12:49-50). Siapakah Bapa yang dimaksud Yesus tersebut? Alkitab memang menyebutkan mengenai ‘Perjamuan Kawin Anak Domba’ yang akan berlangsung di surga (Wahyu 19:6-10).

Peristiwa itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan perilaku-perilaku seks seperti halnya firdaus Muslim atau ‘Taman Peristirahatan (Taman Kenikmatan)’. Perkawinan Anak Domba yang dimaksud bukanlah perkawinan antara individu dengan individu. Perkawinan tersebut yang dimaksud adalah persekutuan antara Yesus Kristus, Anak Domba Elohim dengan GerejaNya (JemaatNya).Gereja (Jemaat) Tuhan (Elohim) yang merupakan perkumpulan orang-orang terpilih yang ‘dipanggil keluar’ dari dunia untuk memerintah bersama Tuhan, seringkali dirujuk oleh Alkitab sebagai ‘Mempelai Wanita’.

Metafora mengenai Mempelai Laki-laki dan Mempelai Wanita digunakan untuk memperlihatkan keagungan Gereja Kristus, kasih Kristus untuk ‘GerejaNya’ (orang-orang pilihanNya), bagaimana Kristus mengasihi ‘dia’, dan persiapan-persiapan yang dilakukan Kristus untuk menyambut ‘dia’ masuk ke dalam kemuliaan di ‘rumah BapaNya’ (Efesus 5:25-32). Sementara itu Allah berkata, “Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli” (Surat 44:54; Surat 52:20; Surat 56:20, A.J. Arberry).

Kepada mereka yang mempercayai perkawinan-perkawinan surgawi seperti yang dimaksud dalam Alquran, Yesus berkata, “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Elohim! Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di surga” (Matius 22:29-30; Markus 12:24-25).

Para sejarawan Muslim menginformasikan bahwa kehidupan bangsa Arab pada zaman pra-Islam merupakan kehidupan dengan tiga pola yaitu ‘khamar, wanita, dan perang’.2 Itulah sebabnya tidak mengherankan kalau agama baru tersebut (agama Islam) lebih disukai daripada Injil Kristus. Menurut agama Islam mereka (umat Muslim) boleh melakukan peperangan untuk mendapatkan firdaus; mereka boleh mendapatkan banyak wanita terutama sebagai rampasan perang, dan bahkan mereka boleh berharap akan mendapatkan wanita dan khamar yang lebih banyak lagi pada waktu mereka meninggal. Siapakah yang tidak tergiur memilih semua hal tersebut di atas?————————

Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsi, “Aku telah menyediakan untuk hamba-hambaKu yang beriman dan beramal saleh, kesenangan-kesenangan yang tak pernah terlihat mata dan tak pernah didengar telinga serta tak pernah terlintas dalam hati manusia” (Ibnu Jarir dari Anas ra).

Namun hadits ini adalah jiplakan Muhammad dari Injil (Kitab 1 Korintus 2:9), yang membuktikan bahwa ia sering dengar-dengaran apa yang di ucapkan oleh orang-orang Nasrani.

Tetapi lagi-lagi Muhammad yang mengambil keuntungan paling besar di surga. Karena Muhammad mengklaim: “Aku adalah orang pertama yang mengetuk pintu-pintu surga.” (Ibn Katsir, an-Nihayah, II, p 213). Disamping itu sebagai orang pertama yang masuk surga, Muhammad juga mengharapkan posisi tertinggi di surga, nabi berkata: “Wasilah adalah tempat tertinggi di surga yang dapat dicapai hanya oleh satu orang, dan aku harap akulah orang yang satu itu.” (HR Muslim, diriwayatkan Abd Allah ibn Amir ibn al-Ash). Terutama para sahid/martir yang akan menikmati surga.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah menggambarkan tingkatan-tingkatan surga:

Surga itu ada seratus tingkat, jarak setiap tingkat sama dengan jarak antara langit dan bumi. Surga firdaus berada pada tingkat yang tinggi sekali. Dari sini terpancarnya empat buah sungai dalam surga. Dan diatasnya terletak Arsy Tuhan. (HR Bukhari).

Sedangkan tentang Arsy, dalam kitab Durratun Nasihin III diterangkan bahwa Ibnu Jarir, Ibnu Mardawih dan Abu Syaikkhin dari Abu Dzarrin ra berkata: Rasulullah saw bersabda:

Hai Abu Dzarrin, langit yang sebanyak tujuh bila dibandingkan dengan Kursy laksana gelang kecil yang terletak di padang belantara dan keutamaan Arsy bila dibandingkan dengan Kursy seperti padang belantara dengan gelang kecil. Orang-orang beriman setelah melewati jembatan as-Sirath, sesampainya di pintu Surga disambut bidadari-bidadari dengan tari-tarian dan nyanyian surga yang memuji kebesaran Allah Azza Wa Jalla.
Para bidadari masing-masing memeluk suaminya.

Menurut hadits dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah saw bersabda:

Ketika itu Hurul Aini berdendang bersama-sama yang bunyinya:
Kamilah perempuan abadi, tidak pernah binasa.
Kamilah perempuan riang, tidak pernah susah.
Kamilah perempuan yang rela, tidak pernah marah.
Merasa senanglah orang yang memiliki kami.
Kami ini dialah yang punya.
(Hadits dari Ali ra dikeluarkan oleh Tirmidzi).

Hadits dari Said al Khudry ra mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
Perempuan-perempuan surga (bidadari) itu betisnya kelihatan dibalik tujuh puluh lapis pakaian sutera yang dikenakannya. Malah kelihatan sampai kesumsum tulang betisnya.
Demikianlah Allah berfirman dalam Al Qur’an, bidadari itu seolah-olah batu permata yakut dan intan berlian yang berkilau-kilau. (HR.Tirmidzi).

Begitu hebatnya kemilau yang dipancarkan bidadari, sampai disebutkan dalam hadits dari Abu Huraira ra, ia berkata bahwa Nabi saw bersabda:
Kalau sekiranya perempuan surga (bidadari) itu berada di dunia, maka akan terang benderanglah dunia ini karena sinar wajahnya. Dan perhiasan yang berada dikepalanya lebih bagus dari segala sesuatu yang terdapat didalam dunia. (HR Bukhari).

Para lelaki penghuni surga mempunyai banyak kesibukan, yang paling mereka gemari adalah menyetubuhi para bidadari, hadits dari Abi Said al-Khudry ra, ia berkata, Nabi saw pernah bersabda bahwa bidadari didalam surga setiap kali selesai disetubuhi oleh suaminya maka kembali perawan seperti semula. (Al-Hadits).

Bagaimana ahli surga laki-laki itu tidak sangat sibuk, ia memecahi selaput-selaput dara para bidadari yang tidak sedikit jumlahnya dalam sehari. Sedangkan menyetubuhi seorang gadis yang masih perawan ketika didunia memerlukan waktu puluhan menit.

Hadits dari Anas bin Malik ra, ia berkata:
Pernah ada seseorang bertanya kepada Nabi saw: Ya Rasulullah, berapakah kekuatan laki-laki dalam menyetubuhi isteri-isterinya didalam surga? Nabi saw menjawab: Seratus kali dalam sehari. (HR Tirmidzi).
Persetubuhan di surga tidak mengeluarkan air mani. Kenikmatan yang luar biasa dari persetubuhan itu berlangsung beberapa windu yakni 80 tahun, walau begitu mereka tidak merasa letih dan lesu, seperti firman Allah: didalam surga kami tidak merasa lelah dan tiada pula merasa letih. (QS Faathir 35).

Tentang reproduksi anak-anak disurga akan terjadi “wonder boy”.

Nabi bersabda: “Jika seorang mukmin penduduk surga menginginkan seorang anak, anak tersebut langsung sekaligus dikandung, dilahirkan, menjadi besar serta merta menurut umur yang diinginkannya.” (Shahih al-Jammi, VI, p 5, hadis no.652).

Tentang rumah di surga, dari Abu Musa ra, ia berkata Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya setiap orang mukmin di surga mempunyai sebuah kemah dari intan yang berlubang dalam, salah satu yang diriwayatkan panjangnya 60 mil. Di setiap ruang terdapat beberapa isteri yang tidak saling melihat kepada yang lain dan mereka dikunjungi suaminya.

Ia juga mempunyai dua taman dari perak yang dilengkapi dengan tempat barang-barang dari apa saja. Ia juga memiliki dua taman dari emas dengan segala sesuatu yang ada disana. Tidak ada tabu antara mereka dan antara melihat Tuhan mereka kecuali pakaian kebesaranNya tersedia di surga. (Muttafaqun Alaih).

Sedangkan pelayanan dalam penyajian makanan ribuan kali lebih cepat dari fast food dibagian dunia manapun, yaitu secepat pikiran yang menginginkannya. Dalam hadits disebutkan:
Sesungguhnya engkau akan melihat pada seekor burung didalam surga, sedang engkau menginginkan dagingnya, maka jatuhlah kehadapanmu dalam keadaan telah masak. (HR Bazzar dengan Samad Dhaif yang berasal dari riwayat Ibnu Mas’ud, dari konsep sesudah mati Imam Ghazali oleh Hussein Bahreisy, hal 124).

Bila penduduk surga ingin bepergian, Allah pun telah menyiapkan untuk mereka kendaraan-kendaraan khusus, seperti yang disebutkan dalam hadits:

Ada seseorang bertanya kepada Nabi saw: “Adakah kuda dalam surga?” Jawab Nabi saw: “Jika engkau dimasukkan Allah kedalam surga maka engkau akan menunggangi kuda dari Yakut merah. Engkau akan menungganginya kemana saja engkau suka.” (HR Tirmidzi).

Sedangkan tentang cuaca di surga disebutkan:
Hadits dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Ada seseorang bertanya: “Ya Rasulullah, apakah di surga itu ada siang dan malam?”
Jawab Nabi saw: “Tidak. Yang ada disana hanya sinar dan cahaya.” (HR Hakim dan Tirmidzi).

Keterangan dari Mu’awiyah kakek Bahaz bin Hakim ra bah-wasanya Rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya di surga itu terdapat lautan madu, lautan arak, lautan susu dan lautan air lalu terbukalah (mengalir) sungai-sungai. (HR Tirmidzi).

Pernah Rasulullah saw ditanya tentang Kautzar seperti disebutkan oleh Anas ra ketika ia berkata: Rasulullah saw ditanya: “Apakah Kautsar itu?” Beliau menjawab: “Kautsar adalah sungai pemberian Allah yaitu disurga. Airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu. Disitu ada burung yang lehernya seperti leher kambing.” Umar berkata: “Ini benar-benar nikmat.” Rasulullah bersabda: “Memakannya lebih nikmat dan lebih lezat dari padanya.” (HR Tirmidzi)

Al Qur’an menjanjikan suatu surga penuh anggur dan seks bebas. (Surat 2:25; 4:57; 11:23; 47:15). Pesta dan percabulan yang merupakan dosa selagi di dunia, berakhir dengan dibenarkannya di surga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *