Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini,  Komparasi

Trinitas Kristen Berbenturan Dengan Tuhan Yang Maha Esa? Padahal Setan-Setan pun Percaya Akan KeesaanNya?

Absurditas Saudara Eggi Sudjana pernah menyinggung banyak pihak agama itu sebetulnya tidak terletak pada niatnya untuk merusuhi agama-agama orang lain. Namun lebih dari itu, ia meletakkan agama orang-orang lain dalam wilayah-iman yang tidak mengimani apa yang dia timpakan itu!

Ringkasnya, orang Kristen telah diletakkannya sebagai penyembah Tuhan Trinitas YANG BUKAN MAHAESA! Maka mari, saatnya kini kita bukakan pencerahan kepada saudara Eggi Sudjana dan teman-temannya tentang SIAPA itu Tuhan Trinitas yang disembah oleh milyaran orang Kristen sedunia.

Untuk memahami konsep Tuhan Tritunggal Alkitab, kita perlu merujuk kepada TIGA PEMAHAMAN DASARIAH ALKITABIAH MENGENAI TRINITAS.

Dasar (1). ALAM SEMESTA PENUH DENGAN MISTERI “Ada banyak hal yang HARUS kita percaya TANPA bisa memahami atau melihatnya” 

(misalnya: listrik, angin, waktu, gelombang radio bahkan sampai percaya sama hantu yang walau tak bisa dilihat dan dipahami!). Ciptaan (yang terbatas) yang tidak memahami semua keberadaan Penciptanya (yang tak terbatas) itu BUKANLAH buah kesalahan apapun. Justru Tuhan Pencipta yang mampu dipahami dalam semua aspek-Nya oleh si ciptaan-Nya yang kerdil itu PASTILAH tuhan-tuhanan belaka.

Dasar (2). SATU ITU TIDAK MUTLAK-MATI SATU “Ada banyak hal disekeliling kita yang kita katakan dengan istilah SATU, tetapi Itu juga berunsurkan KEJAMAKAN”.

(misalnya: ‘satu suara’ (se-ia se-kata), ‘satu hati’, sepikiran, ‘senada’, ‘sekutu’, ‘seragam’, ‘kita’, ‘kami’…

Dan untuk Tuhan Alkitab, kita pasti bisa berkata bahwa SATUNYA Tuhan kita bukan SATUNYA manusia dunia, bukan fisikal, bukan bilangan, bukan berjumlah atau berkali! Jikalau kita ngotot berkata bahwa Tuhan itu satu-mutlak, maka orang akan bertanya SATU YANG BAGAIMANAKAH? Adakah contohnya yang Tuhan peragakan? Maka begitulah Tuhan Alkitab yang berpuluh kali mengatakan diriNya sebagai Tuhan yang ESA (ECHAD, istilah Alkitab untuk singular yang plural), bukan satu bilangan mutlak dalam istilah YACHEED (satu mutlak). Periksalah ini dalam Kitab Ulangan 6:4, Yesaya 45:5,6, Yohanes 5:44, dll. Bahkan Paulus walau berulang kali dan selalu mengatakan Tuhan itu Esa (1Timotius 1:17; 2:5 dll) namun ia tetap dicap sebagai biang kerok yang memelopori agama Nasrani menyembah 3 Tuhan (Tanya: apakah ini juga dituduh oleh sdr Eggi? Malulah bila begitu).

Tuhan dalam Alkitab membahasakan diriNya dengan istilah ‘Elohim’, yaitu kata singular/ tunggal (dari El) yang berkonotasi jamak! Bahkan ketika berfirman sesamaNya, Dia berbicara sesamanya kedalam dengan istilah KITA (Kejadian 1:26; 3:22), tapi keluar kepada umatNya sebagai AKU.  Simaklah betapa Tuhan sendiri menyatakan kehadiran ketiga pribadi-Nya dalam satu kesatuan ilahi, yang ditujukan kepada Nabi Yesaya:  “Dari dahulu tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi, dan pada waktu hal itu terjadi Aku ada disitu. Dan sekarang, Tuhan Yahweh mengutus Aku dengan RohNya” (Yesaya 48:16).

Itu hanya sebagian kecil dari message Tuhan sejak dulu bahwa Ia berhakekat PLURAL UNITY, yang tidak ada kesetaraanNya dengan mahkluk siapapun!

Dasar (3). KONSEP TRINITAS (BUKAN ISTILAHNYA) ITU WAHYU! 

“Konsep ketuhanan yang Trinitas ini bukan ciptaan manusia. Ia datang dari penyataan & maklumat Tuhan sendiri yang berupa WAHYU”.  Jadi andaikata Tuhan menyatakan dirinya –misalnya– sebagai  “Dasamuka”, ada hak apa kita manusia untuk menampiknya? Atau konkritnya, bagaimana anda akan memprotes SETAN yang sudah jelas2 menyebut dirinya sebagai ‘LEGION’ (banyak, sepasukan) ketika Yesus menengking SATU orang yang dirasuki setan di daerah Gerasa, dengan bertanya: “Siapa namamu?” Jawab setan: “Namaku LEGION, karena kami banyak.” (Markus 5, khususnya ayat 9).

Pertanyaan: kenapa manusia bisa mudah percaya bahwa Setan bisa berujud MULTITUDITAS (LEGION), tapi menolak message & konsep Trinitas dari Tuhan? O, karena tak ada istilah TRINITAS dalam Alkitab? Tapi bukankah konsep dan komponen2 ketrinitasan itu bertaburan di Alkitab, sama seperti yang sdr Eggi percaya sepenuhnya akan doktrin Tawhid, namun juga istilah dan kata “Tawhid” itu sendiri tidak ada di seluruh Quran. Pengistilahan konsep ketuhanan dengan kata Trinitas ataupun Tawhid tidak akan bermasalah, sepanjang itu adalah turunan yang benar dari sumber-sumbernya yang asli hakiki.

Kebenaran dan keberadaan Tuhan yang Trinitas ini ABSOLUT HANYA DIA YANG TAHU DAN YANG BERDAULAT. Itu milik Dia sendiri yang Dia nyatakan secukup dan seperlunya buat manusia, walau tidak mencakup semuanya. Ingat tatkala Musa bertanya kepada Tuhannya tentang nama pribadiNya, TUHAN menjawab Musa dengan berkata: “AKU ADALAH AKU”! (Keluaran 3:14 ). Bukankah itu sudah menunjukkan bahwa bahasa, logika dan unsur dunia tidak ada yang mampu mendefinisikan Sosok dan Nama TUHAN. Maka kita orang-orang ciptaan yang hina ini haruslah berhati rendah dihadapan Tuhan Yang Maha Besar untuk percaya bahwa GOD DOESN’T FIT OUR DEFINITIONS. WE ARE TO CONFORM TO HIS DEFINITION! (Tuhan tidak akan sesuai dengan definisi-definisi kita apapun. Kitalah yang harus menyesuaikannya per definisi Dia). 

Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa pada ujung sejarah kenabian, Tuhan melalui INKARNASI FIRMAN (yang disebut ANAK), Yesus diturunkan kedunia justru untuk mendemonstrasi-kan terbuka akan ketrinitasanNya secara maha-spektakuler yang hanya terjadi 1 kali dalam sejarah dunia (bacalah Matius 3 :16-17 ). Yaitu tatkala Yesus dibaptis, maka Tuhan MEMPERAGAKAN ketiga keilahianNya yang menyatu antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus, 

“… pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Tuhan seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: 

“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” 

Dan itulah yang menjadi dasar kenapa Yesus (ANAK) selanjutnya memerintahkan murid-muridNya untuk membaptis orang2 yang percaya kepada Tuhan dalam SATU nama (name bukan names): BAPA dan ANAK dan ROH KUDUS (Matius28:19) Tidak ada Tuhan lain yang sudah memanifestasikan diriNya kehadapan umatNya, apalagi memperagakan keberadaan diriNya kepada publik sebagai saksi mata!

Jadi kami bangga untuk menyarankan kepada Saudara Eggi untuk lebih berstudi mengkaji keunggulan Tuhan orang Kristen yang Trinitas itu. Bukan berdasarkan asumsi diluar sumber, slogan-slogan dangkal, dan dengar-dengaran apa kata orang, melainkan apa yang sungguh diperkatakan dalam Wahyu. Silahkan membaca Alkitab yang menyatakan secara gamblang bahwa “Anak dan Roh ada dalam Bapa ( Yohanes 1:18, 1Korintus 2:10-12); Dan betapa Yesus benara-benar menyaksikan diriNya bahwa IA DAN ROH KUDUS KELUAR DAN DATANG DARI BAPA (PENTING bacaYohanes 8:42, 15:26).

APA SIGNIFIKANSI KEESAAN TUHAN? Lebih jauh dari itu, Alkitab justru memperingatkan bahwa beriman kepada  Ke-Esaan Tuhan itu baik dan penting dan harus, namun itu saja tidaklah memadai. Tuhan meletakkan TEGURAN yang tajam atasnya: “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi Setan-Setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar” (Yakobus2:19). YA, Setanpun percaya akan Tuhan yang ESA! Dan ia tetap setan! SO WHAT? 

Maka Tuhan Alkitab telah menampik bentuk-bentuk slogan, dan mengharuskan kita untuk kembali percaya kepada Tuhan yang Esa yang telah membuktikan diriNya sebagai JURUSELAMAT. 

Dan Yesus lah dalam kesatuan IlahiahNya yang Trinitas yang justru telah memerankan penyelamatan kepada umat manusia yang mau percaya kepadaNya: “Kata Yesus kepada Zakheus (yang bertobat & percaya kepaNya): “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia (Yesus) datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:9-10). Dan ini pasti bukan slogan, melainkan Yesus betul2 sudah meng-Kurbankan diriNya diatas kayu salib demi untuk MENEBUS MAUT (kematian) yang sudah dipastikan Tuhan harus terjadi bagi setiap orang berdosa (seperti anda sdr Eggy dan saya juga). Kenapa “menebus”? Karena Tuhan pun harus konsekwen memenuhi Hukum TauratNya sendiri yang kekal itu, yaitu hukum Qisas GIGI GANTI GIGI, MATA GANTI MATA, NYAWA GANTI NYAWA. Dan Yesus datang dari sorga berinkarnasi sebagai manusia dunia sudah ber-Kurban-Nyawa demi kita-kita yang sangat dikasihiNya: “Karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan (dengan mengorbankan) Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). 

TUHAN TRINITAS YANG MENYELAMATKAN: Berbahagialah kita dengan kehadiran Trinitas ke-ESA-an Tuhan Alkitab, dalam tri-uni-pribadi ilahi Bapa, Anak, Roh-Kudus. Dimana Bapa yang MENGASIHI dan MENYELAMATKAN umat, oleh Anak melalui RohKudus. Tiga sosok pribadi berbeda, namun saling “inklusif-sesama dan sehakekat, sehati-seiya-sekata-sepikiran-seaksi (action)-sejalan-setujuan” dalam kesatuan ilahi-Nya. 

MARI, coba kita renung dan bandingkan “kemiripan” (walau jauh dari sama) Trinitas ini dengan KESATUAN BANGSA yang membawa berkat kebangsaan dalam “TRI-UNITAS”nya yaitu,

  • Bapak Bangsa
  • Anak Bangsa
  • Semangat Bangsa! 

Bukankah BAPAK Bangsa juga termasuk dalam ANAK Bangsa, dan di-ESA-kan dalam ROH/SPIRIT Bangsa? …

God bless Indonesia…

Artikel ditulis oleh : Hamba Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *