Alkitab vs Qur'an,  Eskatologi Kristen vs Islam,  Isu-Isu Terkini,  Komparasi

Chit-Chat Tentang Pengetahuan Hebat Nabi Muhammad

Muslim selalu amat bangga akan pengetahuan nabi Muhammad terhadap segala sesuatu yang ada diatas bumi dan langit. Dikatakan bahwa pengetahuan Nabinya bukan karena dia super pintar pada dasarnya, melainkan semata-semata karena Allah yang memberitahukan segala rahasia dan pengetahuan akan kosmologi, penciptaan alam semesta, langit, bumi, matahari, bulan dan bintang, hingga kepada proses terjadinya janin dan bayi manusia.

Bahkan kisah cerita para nabi sejak manusia pertama Adam, Nuh, Ibrahim sampai dengan Zakaria, Yahya, Maryam dan Isa Almasih, yang kesemuanya diketahuinya dengan sangat nyata walau tak ada seorang lain manapun yang mengajarinya.

Dalam debat di suatu situs (di http://www.answering-islam.org ), saudara Hendra seorang Muslim berkata kepada teman/lawan debatnya, sebagai berikut :

“Ingat!! Muhammad bukan TUHAN, dia hanya manusia seperti kita, tidak semua yang Tuhan ketahui dia ketahui, dia hanya mendapatkan sebagian kecil dari Tuhan, masih sangat banyak rahasia dari Tuhan yang tidak diketahui oleh manusia termasuk Muhammad.”

Maksudnya, sebegitu kecilpun rahasia yang telah Tuhan sampaikan kepada Muhammad, itupun sudah dianggap merupakan mukjizat pengetahuan yang paling dahsyat bagi Muhammad, melebihi dibandingkan dengan Albert Einstein, Isaac Newton, Galileo Galilei, Stephen Hawking dll yang semuanya disatukan pengetahuannya!

APA JAWABAN LAWAN DEBATNYA?

“Oke, betul sekali pak Hendra, pelan-pelan dulu sebelum menyimpulkan sesuatu yang masih mentah dan menyimpan potensi masalah, bahkan kontradiksi”….

Sesungguhnya tidak ada satu pun manusia didunia ini yang berasumsi Muhammad itu tahu semua, baik Muslim dan non Muslim. Masak saudara Hendra sampai perlu mengingatkan orang-orang Kristen tentang keterbatasan manusia (termasuk Muhammad) seolah sebegitu bodohnya mereka? Bukankah kami juga tahu bahwa Muhammad sendiri justru berterus terang mengakui bahwa dia sendiri tidak tahu apa-apa dalam banyak hal. Cuma yang kami persoalkan adalah kenapa pengetahuan Muhammad — yang dianggap paling hebat itu– namun juga tersaingi oleh seorang ISA yang bahkan bisa lebih dahsyat lagi? Coba saudara Hendra jelaskan hal-hal dibawah ini, yang mana hanya sedikit saja yang perlu dikutibkan disini:

1.       Pertama-tama, kenapa sesudah DIKATAKAN DIATAS oleh saudara Hendra, namun Quran justru berkata sebaliknya bahwa Muhammad  kok tidak tahu akan perkara-perkara yang ghaib (QS.6:50, dll)? Apakah saudara Hendra mengarang-ngarang sendiri tanpa merujuk kepada apa yang sudah Allah katakan di Quran? Bukankah setiap nabi-nabi sebelumnya adalah “pelihat” terhadap event tertentu di masa depan –yang disebut NUBUAT atau hal-hal Ghaib– yang Tuhan beri dan nyatakan kepada mereka sebelumnya sebagai tanda dari Yang Terutus? Maka Allah menyatakan bahwa Isa-lah yang bisa mengetahuinya hal-hal Ghaib seperti Allah saja (QS.3:49, 43:61)!

2.       Juga Muhammad tidak tahu tentang perkara Ruh. Banyak orang telah menanyakan soal-soal Ruh kepadanya, namun Allah sendiri sudah mengingatkan dia: “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”  (QS.17:85).

Sebaliknya yang paling paham urusan Ruh bukankah Dia lah Isa-Almasih ? karena itulah yang dikatakan oleh Allah bahwa: “Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan ruh dari-Nya (Allah).” (Qs.4:171). Dia yang terlahir dari Ruh Allah sedemikian sehingga RuhNya selalu menyertai Isa disepanjang hidupnya. Itu pula sebabnya kenapa Isa bukan saja tahu akan soal-soal tentang ruh dan hal-hal yang ghaib, melainkan juga selalu diperkuat dengan kuasa mukjizatNya yang terdahsyat (QS.2:87, 253).

3.       Dan kenapa Muhammad justru tidak tahu akan hari kiamat, sementara ia dikatakan sebagai nabi terbesar dan terakhir? Memang kita tahu itulah hari yang paling dirahasiakan oleh Allah sendiri bagi diriNya, sebab bilamana diumbarkan begitu saja kepada manusia, maka mereka hanya akan sungguh-sungguh beribadah dan takut kepada Allah ketika tahu hari kiamatnya sudah dekat diambang pintu. Namun yang sangat aneh (!), lagi-lagi rahasia yang terbesar ini dipercayakan untuk diketahui oleh Isa seorang saja (QS.4:159, 43:61). Dan kepercayaan tersebut tidak salah karena faktanya Isa memang tutup mulut terhadap soal ini sekalipun para murid-muridNya yang bertanya kepadaNya.

4.       Yang terlebih penting lagi, apakah Muhammad tahu yang dirinya akan selamat atau tidak? Maaf saudara Hendra, ternyata Allah berkata negatif: “Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.” (Qs.46:9).

Sementara itu Muhammad dalam masa kerasulannya justru sudah tahu persis bahwa Isa Almasih sudah ada di Surga: “Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya” (QS.4:158). Itulah sebabnya Muhammad juga sudah menjumpai dan bersapa dengan Isa di Surga saat ketika melakukan perjalanan Israa’ dan Mikraj.

5.       Ternyata Muhammad malahan tidak tahu tadinya bahwa umatnya tidak akan sanggup memikul perintah sholat wajib 50x sehari  yang sudah Allah SWT dekritkan tadinya bagi umat Arab (di malam Mikraj), hingga harus dibantu advis-korektif oleh nabi Musa (dilangit ke-6) secara bolak balik hingga menjadi 5x sehari, yaitu seperti apa yang kini dipraktekkan Muslim (HS.Muslim 1. 309,juga Sirat Rasulullah p.186). Bayangkan betapa “hebatnya” sholat anda Muslim yang seharusnya 50x sehari jikalau tidak ada Musa yang mengintervensi untuk mengkoreksikannya. Praktis setiap ½ jam Muslim harus bersiap dan berwudhu dan sholat siang dan malam setiap 24 jam, dengan akibat yang tidak terbayangkan bagi beban kehidupan umat Muslim.

Muhammad pasti sadar bahwa sebegitu Allah mengeluarkan perintah sholat 50x sehari, maka itulah hukum asali dari Allah sendiri untuk umatNya! Ingat, Hukum itu lahirnya di Surga, bukan didunia! Dan di Surga mustahil ada hukumNya Allah Yang Maha Tahu itu dibatalkan di Surga dan dikoreksiNya. Tetapi “kemustahilan” itulah yang terjadi sebelum dekrit sholat 50x itu ditawar berkali kali menjadi 5x oleh Muhammad sesuai dengan anjuran Musa. Dan Muhammad sudah tahu sebelumnya bahwa Hukum Allah di Surga itu mustahil bisa berubah, sekali dikeluarkan dari mulutNya: “Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat Allah”. (QS.10:64 ).  Maka kini, bagaimanakah Saudara Hendra harus menerangkan terjadinya musibah KONTRADIKSI AYAT TERSEBUT DISURGA ? Siapakah yang bersalah diantara 3 pihak ini: Allah SWT-kah, atau karena ulah Muhammad, atau intervensi Musa?

Agaknya ada benang merah dengan adanya permohonan ampunan oleh Muhammad kepada Allah. Yang mana akhirnya melakukan suatu ujud kompensasi “guilty-feeling”, dimana Muhammad lalu mengharuskan dirinya berdoa dan minta ampun 70x setiap hari kepada Allah (HS.Bukhari.8.75.319). Yaitu dari 50x SHOLAT sehari kini “dikompensasikan” menjadi 70x sehari BERDOA MEMINTA PENGAMPUNAN! Ini tentu sangat serius. Suatu praktek doa yang tidak main-main yang hanya mungkin terjadi karena merasa DOSA YANG AMAT BESAR TERHADAP ALLAH! Dosa apakah dari seorang Nabi yang dirasakan begitu amat besar?

Jadi apakah tarikan benang merah ini –yang melahirkan kontradiksi Kalimat Allah itu—adalah tafsiran yang salah kaprah? Bila salah, bagaimana sdr Hendra bisa menjelaskan hubungan antara 50x SHOLAT (yang sudah dimintakan pengurangannya) namun kini malahan ditambah jumlahnya – yang juga mustahil masuk keakal sehat– walau ia berbentuk DOA PENGAMPUNAN?

Kalau masuk akal sehat, lalu kenapa praktek doa-luhur ini tidak pernah diikuti oleh umat Muslim??? Ini menjadi satu lubang pertanyaan besar dikalangan non Muslim, tapi juga untuk Muslim yang peka akan Sunnah Nabi: Kenapa praktek suci ini tidak dilakukan oleh umat Islam, bahkan tidak juga dibicarakan terbuka? Mohon sharingnya yang menuntaskan, wahai saudara Hendra….

Leave a Reply

Your email address will not be published.