Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini,  Komparasi,  Yesus Kristus,  Yesus Kristus vs Isa Almasih

YESUS bukan Anak Allah!

Ajaran Kristen tentang Yesus, sebagai Anak Elohim dan Juru Selamat dunia, berkontradiksi dengan pandangan Muslim tentang Tuhan, yaitu berkaitan dengan konsep mereka tentang keesaan dan keunikan Allah (Tauhid). Oleh sebab itu sangat sulit bagi Muslim untuk menerima bahwa Tuhan dan Yesus memiliki sebuah relasi bapa dengan anak. Karena Allah tidak punya anak, maka Ia juga tak dapat dipahami sebagai bapa, apakah sebagai Bapa dari Yesus maupun sebagai bapa dari kaum Muslimin. Terminologi “Bapa” adalah istilah yang asing dan tak bisa diterima umat Muslim.

Penolakan Muslim

“Mustahil bagi Allah mempunyai Anak, seandainya demikian maka ia juga pastilah punya anak-anak perempuan dan isteri-isteri. Allah itu esa!” (Misalnya di sura Maryam 19:35).

Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

Sebagaimana telah ditekankan sebelumnya, Yesus memegang sebuah posisi yang khusus dalam Quran oleh karena kepadaNya diberi gelar-gelar yang tidak biasa. Misalnya:
 
Sura      Pernyataan
3:45      Ia adalah yang terkemuka di dunia dan di akhirat
4:158    Ia diangkat ke surga (literal: kepada diriNya sendiri yaitu Allah) oleh Allah
4:171    Ia adalah Mesias (Kristus), firman Allah, sebuah roh dari Allah
5:113    Ia menciptakan kehidupan, menyembuhkan yang sakit, dan membangkitkan yang mati
19:19    Ia suci (tanpa dosa)
19:20    Ia dilahirkan dari seorang perawan
19:21    Ia adalah sebuah tanda untuk umat manusia
19:34    Ia adalah Firman Kebenaran
21:91    Ia adalah sebuah tanda untuk semua orang yang ada di bumi
43:61    Ia memiliki “pengetahuan akan Hari Akhir” (Hari Penghakiman)
43:63    Ia telah datang dengan bukti-bukti yang jelas

Disamping itu, Kristus juga melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak biasa. Namun demikian, ada juga perbedaan-perbedaan fundamental yang eksis:

Pernyataan mengenai  :          

                            Alkitab                                  
Posisi Yesus  : Putra Tuhan                            
Misi Yesus     : Sang Penebus umat manusia  

                            Quran
Posisi Yesus : Nabi, rasul
Misi Yesus   : Berkotbah dan menyembuhkan

Muhammad salah memahami doktrin Kristen mengenai Yesus sebagai Putra Tuhan, karena memaknainya dalam pengertian biologis, seolah-olah Tuhan memiliki seorang istri, dan memiliki seorang anak laki-laki dari istriNya itu. Kesalahpahaman ini diperlihatkan di beberapa ayat Quran. [1]

Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. (Ini adalah sebuah pernyataan yang aneh, karena Quran sendiri menyaksikan bahwa Maryam dapat memiliki anak tanpa perlu suami…bagaimana mungkin Allah yang diyakini setiap Muslim sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa tidak sanggup memiliki Anak tanpa mempunyai istri? Red.). Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Qs al An’aam 6:101)

Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempunyai anak.” Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (Qs Yunus 10:68)

(Jika kita perhatikan secara seksama ayat diatas, ini juga tuduhan yang keliru dari Quran mengenai orang Yahudi; karena orang Yahudi juga tidak percaya dengan konsep bahwa Tuhan mereka memiliki Anak. Dan inilah alasan sehingga mereka menyalibkan YESUS karena mengklaim bahwa Ia adalah Anak Elohim)

Posisi dan misi Yesus dalam Islam didefinisikan berdasarkan konsep-konsep Quran mengenai nabi dan rasul. Ajaran Kristen tentang Yesus, sebagai Putra YAHWEH dan Juru Selamat dunia, berkontradiksi dengan pandangan Muslim tentang Tuhan, yaitu berkaitan dengan konsep mereka tentang keesaan dan keunikan Allah (Tauhid). Oleh sebab itu sangat sulit bagi Muslim untuk menerima bahwa Allah dan Yesus memiliki sebuah relasi bapa dengan anak. Karena Allah tidak punya anak, maka Ia juga tak dapat dipahami sebagai bapa, apakah sebagai Bapa dari Yesus maupun sebagai bapa dari kaum Muslimin. Terminologi “Bapa” adalah istilah yang asing dan tak bisa diterima umat Muslim. Meskipun demikian, pernyataan bahwa Tuhan adalah Bapa dari semua orang Kristen, adalah salah satu pernyataan inti dari Alkitab (2 Tesalonika 1:2; 1Petrus 1:17).

Dalam Perjanjian baru, “Putra Tuhan” atau secara sederhana “Putra” atau “Anak”, adalah gelar mesianis yang khusus diperuntukkan bagi Yesus. Tuhan sendiri yang menyebut Yesus sebagai Anak/PutraNya, dan mengakuiNya di hadapan orang banyak. [2]

Dan sesudah dibaptis, YESUS segera keluar dari air. Dan tampaklah langit terbuka bagi-Nya dan Dia melihat Roh Elohim sedang turun bagaikan seekor burung merpati dan datang ke atas-Nya. Dan, perhatikanlah suatu suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Putra-Ku Yang Terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan!” (Matius 3:16,17)

Yesus mengakui terus terang bahwa Ia adalah “Putra Tuhan” dan dengan demikian menyingkapkan bahwa Ia berasal dari Tuhan dan memiliki relasi yang unik dengan Tuhan, Sang Bapa. [3] Ketika Yesus menyebut diriNya Putra Tuhan, hal ini termasuk klaim bahwa Ia sudah ada sebelum semua ciptaan. [4] Ia ada sebelum segala sesuatu. MelaluiNya segala sesuatu eksis. Jadi istilah “Putra Tuhan” setara dengan istilah “Tuhan”. Mengakui Yesus sebagai Putra Tuhan sama dengan menerima dan percaya akan wahyu yang datang melaluiNya (Matius 16:16). Bahkan setan-setan pun mengakui Yesus sebagai Putra Tuhan, dan ini memperlihatkan dimensi kosmis dari wahyuNya. [5] “Dan ketika roh-roh najis melihat Dia, tersungkurlah mereka di hadapan-Nya dan berteriak, sambil berkata, “Engkaulah Putra Elohim!” (Markus 3:11)

Bagaimana menjelaskan konsep “Anak Allah”?

Ketika bertemu dengan seorang pria Muslim untuk pertama kali, anda dapat bertanya padanya darimana ia berasal dan kemudian memberinya salam dan berkata (sebagai contoh), “Ah, seorang Anak Pakistan” atau “Ah, seorang Anak Nil” atau “Ah, seorang Anak Indonesia”, dsb.
Tetapi kemudian anda akan berkata,”Tetapi Indonesia (atau apa saja) tak pernah punya seorang istri, namun ENGKAU adalah ANAK Indonesia. Maka hal ini akan menolong orang untuk mengingat bahwa istilah “putra” atau “anak” bisa juga berarti keberadaan lainnya selain putra secara fisik yang dilahirkan melalui aktifitas seksual.

___________________

[1] Lihat Sura 6:100-101; 10:68; 19:88-92.
[2] Lihat Matius 3:16-17; 17:5; Lukas 9:35.
[3] Matius 11:27; Yohanes 14:20.
[4] Kolose 1:15-16; Yohanes 1:3.
[5] Matius 8:29; Markus 3:11; Lukas 4:41 

Artikel ditulis oleh : Hamba Tuhan, Rabu, 10 Februari 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *