Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini,  Keselamatan dalam Kristen vs Islam,  Komparasi,  Yesus Kristus,  Yesus Kristus vs Isa Almasih

BEGINILAH NATAL VERSI ISLAM Seri – 2

Dan setelah risalah wahyu ini berjeda sekitar 11 tahun dimasyarakat Arab, Muhammad kembali mengulang wahyu yang sama, kali ini di Madina, dalam Surat Ali Imran (sekitar tahun 625 M). Dan disinilah terjadi diskripansi “wahyu” terhadap yang dulu (penambahan wahyu korektif). Mari kita simak kritis kedua versi wahyu ini untuk memahami apa2 yang menjadikannya makin diributkan orang lebih lanjut.  

SURAT MARYAM 19:17-26 

Seluruh interaksi penyampaian wahyu dari Ruh kepada Maryam, adalah tanpa nama:

  • Ruh lupa menyapa/memanggil nama Maryam walau sekalipun!.
  • Ruh menjelma jadi 1 laki-laki. Tapi tidak memperkenalkan siapa dirinya kepada Maryam.
  • Ruh lupa menyebutkan siapa Anak yang bakal dilahirkan itu. Tanpa nama dan tanpa gelar yang disandangkan kepada Sang Anak, kecuali “seorang anak laki-laki yang suci”
  • Ruh tidak sensitif dan tak menyapa:
    “Hai Maryam, jangan takut…” seperti
    halnya yang seharusnya dilakukan.
    (Di Injil, Malaikat Gabriel menyapa-kan frasa tersebut  kepada Yusuf, Maria, Gembala-gembala, 3x ber-turut-turut, lihat atas).

SURAT ALI IMRAN 3:42-48

Kini, sesudah belasan tahun, wahyu korektif disusulkan demi memelihara kepantasannya sebuah wahyu Allah:

  • Ruh memanggil “Hai Maryam…”
  • Ruh berbeda! Bukan 1 Ruh misterius yang menyerupai satu laki-laki utuh, melainkan PARA MALAIKAT (plural).
  • Kini baru mengabarkan APA nama sang Anak, dan SIAPA identitas dan gelarnya, yaitu: “dengan Kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat’ (3:45).“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil (3:48) —> yang mana berarti bahwa Allah sendiri yang berkata-kata langsung dan mengajarkan ISA semua Wahyu.
  • (Allah tak berwahyu langsung kepada Muhammad, melainkan lewat “Jibril”).

Jadi, siapakah Ruh yang diutus ke Mekah tersebut ? Sepertinya ruh ini tidak qualified sebagai Juru bicara Allah sehingga ia sampai melakukan blunder 5 RUPA LUPA, kelalaian yang begitu fatal.

Apakah karena Ruh yang tidak qualified itu, maka ia jadinya digantikan Allah dengan PARA MALAIKAT sebagai agen pewahyuanNya di Medina?

Lupa sebut nama sang Anak tentu fatal, karena sejak semula nama sang Anak , YESUS, sudah diberitahukan kepada Maria 600 tahun sebelumnya di Kitab Injil, yang orang-orang di Arab kini harus segera tahu pula namanya yang luar biasa, berasal dari Surga. Namun keterlambatan yang sudah terlanjur ketinggalan 600 tahun itu, diterlambatkan lagi oleh Ruh misterius Mekah tadi dengan belasan tahun lagi !

Tapi yang lebih fatal adalah Ruh lupa menyampaikan siapa jati diri sang Anak itu. Dan disinilah terjadi titik pusat keributan Natal Islamik… 

Anak-Allah Yang Diributkan Manusia

Hal ini tidak mengherankan orang Nasrani, namun kini perlu diketahui oleh Muslim, karena hal tersebut sudah dinubuatkan terlebih dahulu oleh dua orang penting yang bahkan belum sempat mengenal Yesus sang Anak. Orang pertama  adalah Simeon –seorang yang benar dan saleh yang dipenuhi dengan Roh Kudus. Dan yang kedua adalah Nabi Yohanes (Nabi Yahya).

Ketika Simeon menatang Bayi Yesus di Bait Suci, Simeon-pun berkata kepada Maria, ibu Anak itu:

“Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan” (Luk.2:34).

Disusul kelak dengan Nabi Yohanes yang berkata tentang Yesus,  “Dan aku telah melihat-Nya  dan memberi kesaksian : Ia inilah Anak Tuhan (the Son of God).”  (Yoh.1:10,11, 34).

Kini benarlah semua yang dikatakan secara profetik ilahi itu. Sang Anak sungguh-sungguh  telah menjadi isu perbantahan dunia, karena dunia tidak mengenal Dia yang sesungguhnya (Yohanes 1:10). Dan yang mereka kenal cuma kulitNya, bukan The Son of God yang Nabi Yahya saksikan.

Nah, Natal adalah peringatan akan kelahiran ANAK ajaib yang satu ini, 2000 tahun yang lalu. Yang Allah Quran telah memberikan dia nama khusus ISA, serta tanda khusus dimana GEN/DNA dirinya bukan dari dunia, melainkan GEN-Ilahi, yaitu berasal dari “Kalimat Allah dan Ruh Allah” (QS.4:171):

“Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nyayang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya.

Namun para penafsir kembali meributkan bahwa Isa bukan terlahir dari Kalimat Allah, melainkan  “terjadi dan tercipta” dari KalimatNya, yaitu Kalimat yang sama dengan penciptaan Allah terhadap Adam, yaitu dengan Allah berkalimat: “KUN”, dan terjadilah dia Adam, dan sekarang ISA! Nah, tafsiran inilah yang bikin ribut sampai sekarang! Akan tetapi, bukankah para penyanggahnya mudah bertanya balik, “Kalau begitu, kenapa Adam tidak disebut “KALIMAT ALLAH” seperti halnya dengan ISA, toh sama-sama tercipta dari KalimatNya? Bisa ribut kan?

Jelas dan terang benderang bahwa penciptaan Adam berbeda dengan kelahiran Isa. Adam dibentuk dari tanah dan Isa tidak, karena masih harus “diproses” 9 bulan dalam rahim Maryam. Dan lebih tegas lagi, bukankah Allah telah mengabadikan kalimatNya bahwa Nabi Yahya telah menyaksikan bahwa Isa itu Kalimat Allah: “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah” (yaitu Isa, QS.3:39).

Itu sebabnya tak ada kelahiran siapapun sehingga  Allah perlu menghadirkan para malaikatNya, kecuali untuk Sang Anak ISA itulah.

Dan tak ada nabi manapun yang Allah telah melengkapkan 4- Gelar dahsyat bagi Natal Isa, yaitu sebagai:

  1. AYATULLAH (tanda kuasa Allah),
  2. RAHMATULLAH(belas kasih dan anugrah Allah) yang diteruskan Sang Anak kepada umat manusia dan semesta alam (QS.21:91, 19:21).
  3. TERKEMUKA DISEGALA ALAM, “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (QS.3:45).
  4. TAK TERSENTUH SETAN, “Setiap anak Adam yang baru lahir disentuh oleh setan… lalu memekik menangis karenanya selain Maryam dan anaknya.” (HS.Bukhari 1493). Inilah satu-satunya Anak yang tanpa dosa!

PENDAMAIAN ALLAH LEWAT NATAL SANG ANAK:

Maka Allah merestui lalu mengabadikan ucapan selamat Natal ISA atas kelahiran diriNya sendiri, didalam Quran (19:33),

Salam sejahtera dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari aku wafat, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali” .

Jadi, bilamana Allah sudah memeteraikannya, kenapakah kedatangan sosok paling terkemuka kedunia ini bisa HARAM untuk dirayakan dan diucapkan SELAMAT atasnya? Tidakkah Kabar Gembira Natal itu juga diperuntukkan universal bagi segenap alam?

PENUTUP

Bila mana masih ada pihak Muslim yang ragu-ragu dan meributkan Natal Yesus, Putra Tuhan itu, maka saran terbaik dan tepat kepadanya adalah:

“Jangan anda mencari tafsiran dan apa kata orang, melainkan pertemukanlah Kitab Suci anda yang satu kepada Kitab Injil yang lengkap dan benar mengisahkan Jati-Diri Sang Anak. Sebab itulah perintah Allah yang SAH kepada anda di Surat Yunus 10 : 94,

“Maka jika engkau (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang yang membaca kitab sebelummu. Sungguh, telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *