Alkitab vs Qur'an,  Eskatologi Kristen vs Islam,  Isu-Isu Terkini

Surga Muslim : Bagian 1

oleh :  G.J.O. MOSHAY 

Banyak orang merasa heran mengapa umat Kristen dan umat Muslim mengklaim bahwa mereka sedang menuju ke surga namun jalan yang mereka tempuh untuk menuju surga tersebut sangat berbeda. Suatu studi menyeluruh mengenai Alquran memperlihatkan bahwa surga umat Kristen berbeda dengan firdaus umat Muslim, walaupun demikian kedua termpat tersebut menjanjikan kebahagiaan dan kesukaan yang besar.

Dalam bab ini, kami akan mencoba meneliti dan memperbandingkan antara surga umat Muslim dan surga umat Kristen dengan tujuan untuk membantu kita dalam mengidentifikasikan Allah, “Tuhan” yang bertahta di dalam surga umat Muslim.

Jalan Masuk Ke Surga Alquran menyatakan, “ … Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas AmpunanNya” (Surat 53:31-32). Hal tersebut sama artinya dengan menyatakan bahwa seorang berdosa masih bisa masuk ke surga umat Muslim asal saja dosa-dosanya itu tidak terlalu besar (kecil).

Hal tersebut jelas berbeda dengan surga dimana Elohim bertahta, juga berbeda dengan tempat kediaman Yesus manakala Yesus memerintah kembali. Satu-satunya cara melihat Tuhan adalah dengan hidup dalam kekudusan yang sempurna, “ …. Dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan” (Ibrani 12:14). Alkitab menyatakan: “Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebut Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya” (Yesaya 35:8; Wahyu 21:27).

Elohim adalah Maha Kudus, dan Dialah Tuhan yang bertahta di dalam surga umat Kristen. Dialah Tuhan yang “mempunyai mata terlalu suci untuk melihat kejahatan dan yang tidak dapat memandang kelaliman (sekecil apapun kelaliman dan kejahatan tersebut)” (Habakuk 1:13). Walau demikian, Tuhan masih menawarkan anugerah keselamatan bagi setiap orang yang mau dan siap merendahkan diri untuk menerimanya.

Kehidupan Dalam Surga Umat Muslim

Alquran, yang dinyatakan oleh umat Muslim sebagai wahyu dari Allah, mengimplikasikan bahwa di dalam surga banyak kenikmatan seks dan perkawinan di tawarkan (Surat 56:10-38). Alquran berbicara mengenai para perawan (bidadari) sebagai berikut: “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (maksudnya sebelum adanya penghuni-penghuni surga yang sekarang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin” (Surat 55:56). Bidadari-bidadari tersebut adalah “isteri-isteri yang disucikan” (Surat 3:15) dan “yang bermata jelita” (Surat 37:48; Surat 44:51-54). Salah satu Hadis menyatakan: “Para penghuni firdaus yang paling rendah kedudukannya adalah mereka yang mempunyai delapan puluh ribu pelayan, tujuh puluh dua isteri … “ (Mishkat al Masabih, Sh. M. Ashraf, 1990, halaman 1204).

Agar seseorang tidak menspiritualisasikan hal tersebut, Anas melaporkan pernyataan nabi Muhammad sebagai berikut: “Di dalam firdaus orang-orang mu’min akan diberi wewenang untuk melakukan persetubuhan “ (Ibid halaman 1200). Itulah sebabnya tidak mengherankan kalau Allah berkata kepada para pengikutnya bahwa mereka boleh memiliki banyak isteri di dunia. Kami tidak tahu apakah Allah menghendaki poligami semacam itu sebagai suatu sarana latihan untuk mencapai target besar di seberang sana.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami akan menyoroti kembali kehidupan nabi Muhammad secara singkat. Berbagai tradisi menyebutkan bahwa isteri Muhammad ada banyak, namun jumlah yang mereka sebutkan saling berbeda, ada yang menyebutkan 27, 29, 9,11, dan 13. Masalahnya adalah jumlah wanita itu sedemikian banyaknya, dan setiap kali bertambah terutama setelah pasukan Muhammad menang dalam pertempuran. Nantinya wanita tersebut mengenakan cadar. Sangat sulit bagi seorang penulis biografi untuk menyebutkan jumlah isteri Muhammad secara persis dan tidak dapat disangkal lagi kebenaran jumlah tersebut. Isteri-isteri Muhammad yang dapat kami sebutkan di sini adalah: Aesha (Aisha), Hafsa, Safia, Sawda, Omm Salama (Um Salama), Zaynab (Zainab), mariam, Omm Habiba (ummu Habiba), Maymuna, Raihana (Rayhana), Juwayriyya (Juwayriya), dan Safiyya (Safiya).

bersambung di bagian 2 – Muhammad dan Zaenab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *