Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini,  Komparasi,  Yesus Kristus,  Yesus Kristus vs Isa Almasih

Bukti Eksistensi Muhammad dalam Teks Islam

Kita tidak memerlukan lebih dari teks-teks Islam untuk mengetahui bahwa Muhammad itu ada. Berikut ini adalah beberapa alasan yang kita temukan dalam teks-teks ini.

1- Karakter Muhammad

Biografi Muhammad itu ruwet. Mengandung banyak detil, beberapa dari padanya memalukan bagi kaum Muslim. Berbagai upaya dilakukan untuk menyembunyikannya, menyangkalnya, membenarkan dan merasionalisasikannya.

Ambil contoh pembantaian bani Qurayza, episode dari ayat-ayat setan, kisah perilaku seksual aneh Muhammad dengan pelayannya Mariyah, pertengkaran antara para isterinya dan pembangkangan mereka terhadap dia, tuduhan perzinahan terhadap Aisha dan Mariyah, kisah dirinya di bawah pengaruh sihir, dan halusinasi berhubungan seks dengan isteri-isterinya, dan cerita yang terhitung jumlahnya menggambarkan dirinya sebagai orang gila, kejam, pemerkosa, penyiksa genosida.

Mengapa ada orang yang mau mengarang-ngarang cerita yang begitu merendahkan nabi mereka dan memalukan bagi mereka? Saya sudah menyinggung tentang Ibn Hisham yang mengubah Sira. Guillaume, setelah membandingkan berbagai biografi awal Muhammad menyebutkan, “Bagaimanapun, kita menduga bahwa I.H. telah mengubah alat bukti.”

Ibn Hisham tidak menutup-nutupi fakta bahwa ia telah menghilangkan beberapa material yang digunakan Ibn Ishaq yang memberi gambaran negatif tentang karakter Muhammad. Mengapa perubahan tiba-tiba ini diperlukan?

Buku orisinil yang ditulis oleh Ibn Ishaq terdiri atas tiga jilid yang tebal. Bagian pertama, Mubtada atau Mabda’ (Awal Mula) dimulai dengan penciptaan.

Bagian ini meliputi kisah Adam dan Hawa dan nabi-nabi dalam Alkitab hingga Yesus. Bagian kedua disebut Mab’ath, meliputi kehidupan Muhammad sejak lahir hingga migrasinya ke Madinah. Bagian ketiga dikenal sebagai Maghazi (penyerangan), menyajikan detil tentang penyerangan Muhammad.

Ibn Hisham berusaha keras menyusutkan kumpulan besar tulisan Ibn Ishaq menjadi satu jilid dengan sekitar 420.000 kata, barangkali mengurangi hingga setengah dari ukuran aslinya. Jika seseorang ingin menciptakan sebuah agama untuk apa ia bersusah-payah menulis buku yang sedemikian masif bila orang dapat dengan gampangnya menulis sebuah buku berukuran kecil seukuran satu kitab Injil?

2 – Keragaman Sumber

Kebanyakan buku fiksi datang dengan satu versi, ditulis oleh satu orang penulis, contohnya, Dante’s Divine Comedy, novel-novel Shakespeare, Shah-nameh (Kitab Para Raja) karya Ferdousi.

Sejarah Islam dicatat dalam bentuk potongan-potongan dan datang dari ratusan sumber. Ini saja sudah merupakan bukti bahwa ini tidak dikarang seseorang di abad kedelapan.

Siapa para konspirator ini yang menciptakan Islam dan bagaimana mereka meyakinkan semua orang untuk meninggalkan agama mereka dan percaya kepada nabi yang belum pernah mereka dengar sebelumnya?

Mengapa tidak seorang pun merasa keberatan dengan penipuan sejarah terbesar ini? Apakah semua cendekiawan dan sejarawan merupakan bagian dari konspirasi ini? Klaim ini sungguh di luar batas.

3 – Muncul Begitu Saja

Kita bisa mempertanyakan validitas dari beberapa cerita dan kata-kata yang diucapkan Yesus, tetapi dapatkah kita menyangkal keberadaannya?

Kisah dari para tokoh agama bisa berkembang melewati batas. Para pengikut biasanya mengarang-ngarang mukjizat dan menganggap supranatural berkaitan dengan pemimpin kharismatik yang mereka anggap sebagai nabi. Namun, sebuah agama tidak bisa diciptakan dari ketiadaan.

Selalu ada sejumlah kebenaran bahkan dalam mitos yang paling menakjubkan sekalipun. Vlad III Dracula dari Wallachia di abad ke-15 adalah karakter bersejarah di balik fabel Drakula, dan Santo Nicholas dari Myra di abad ke-4 adalah orang yang menjadi inspirasi bagi mitos Santa Klaus. Apakah para konspirator menciptakan karakter Muhammad dari ketiadaan?

Jika sulit untuk membayangkan 12 orang pria bersekongkol untuk mengarang-ngarang tentang seorang tokoh fiktif, dan mengklaim dia sebagai Mesias lalu rela martir untuk sesuatu yang mereka tahu adalah dusta, akan lebih sulit lagi untuk percaya bahwa ribuan orang yang bersekongkol mengarang-ngarang tentang Muhammad.

Teori harus masuk akal kalau tidak mereka akan terdengar janggal. Teori bahwa Yesus tidak eksis itu tidak masuk akal. Teori bahwa Muhammad tidak eksis lebih tidak masuk akal lagi.

Yesus bertahan oleh 12 muridnya; Muhammad bertahan oleh ribuan orang. Nama mereka, silsilah mereka, hubungan mereka satu sama lain dan dengan keturunan mereka yang merupakan tokoh sejarah yang nyata benar-benar tercatat.

Benar! Buku-buku utama tentang kehidupan Muhammad disusun lebih dari satu abad setelah kematiannya. Namun begitu, orang-orang yang disebut di dalam biografi Muhammad bukan orang yang tidak dikenal oleh mereka yang membacanya.

Sejumlah besar pengikut tersebut adalah generasi kedua dan ketiga dari para pendamping Muhammad dan masing-masing telah mendengar beberapa kisah tentang Muhammad dari ayah atau kakek mereka. Ibn Ishaq menyusun kisah-kisah tersebut dalam buku triloginya.

Mustahil bagi seseorang untuk mengarang kisah sebesar ini dan berhasil membodohi jutaan orang tanpa seorangpun meragukannya dan merasa keberatan. Tidak adakah sejarawan Arabia di abad ke-8 menentang hal ini?

Dan apakah setiap orang meninggalkan agama leluhur mereka secara damai dan menerima agama palsu hanya karena pemimpin mereka memerintahkan demikian?

4 – Sumber Paling Awal Tentang Muhammad

Robert Spencer berargumen, “Tidak ada sketsa biografi tentang keberadaan Muhammad yang tidak bergantung kepada Ibn Ishaq. Jika terdapat analisa bahwa buku Ibn Ishaq dengan alasan apapun tidak bisa dijadikan sebagai sumber sejarah, maka semua pengetahuan yang kita miliki tentang Muhammad pun lenyap.”

Tidak benar bahwa seluruh sejarah Islam bertumpu kepada Sira Ibn Ishaq. Berikut ini adalah kumpulan hadis yang terkemuka sebelum Ibn Ishaq dan potongan-potongan teks yang selamat dari pemusnahan.

Kitab-kitab hadis didasarkan pada sumber-sumber ini dan bukan Sira Ibn Ishaq. Sahl ibn Abī Hathma (era kekuasaan Mu’aviyah, 41-60 H), adalah pemuda pendamping Muhammad. Bagian-bagian tulisannya dilestarikan dalam Ansāb al-Baladhuri, Tabaqāt Ibn Sa’d, dan tulisan-tulisan Ibn Jarir al-Tabari dan al-Waqidi.

Abdullah ibn Abbas (78 H), sepupu dan pendamping Muhammad, tradisi-tradisinya ditemukan dalam berbagai Hadis dan Sira. Saīd ibn Sa’d ibn Ubada al-Khazraji, pemuda pendamping lainnya, tulisan-tulisannya diselamatkan dalam Musnad Ibn Hanbal dan Abī Iwāna, dan Tarikh al-Tabari. Saīd ibn al-Masib al-Makhzumi (94 H), seorang Tabi’i yang terkenal dan salah seorang guru dari al-Zuhri.

Tradisi-tradisinya dikutip dalam kumpulan enam kitab hadis utama, dan dalam Sira karya Ibn Ishaq, Ibn Sayyid al-Nās, dan lain-lain. Abu Fidala Abdullah ibn Ka’b ibn Malik al-Ansari (97 H), tradisi-tradisinya disinggung dalam Ibn Ishaq dan al-Tabari.

Abban ibn Uthman ibn Affan (101-105 H). Tradisi-tradisinya disebarkan oleh Malik ibn Anas dalam Muwatta-nya, Tabaqat Ibn Sa’d, dan dalam tulisan-tulisan sejarah al-Tabari dan alYa’qubi. Amir ibnSharahil al-Sha’bi (103 H). Tradisi-tradisinya disebarkan oleh Abu Ishāq alSubai’i, Sa’id ibn Masruq al-Thawri, al-Amash, Qatada, Mujalid ibn Sa’id, dan lain-lain.

Dokumen-dokumen ini, meskipun tidak lengkap, merupakan bukti yang cukup bahwa Muhammad bukan ditemukan pada abad kedua Masehi.

Kumpulan maghazi dari Wahb ibn Munabbih juga selamat. Walaupun di dalamnya tidak ada hal baru yang belum dituliskan oleh tradisionis lainnya, ini membuktikan bahwa pada akhir abad pertama, atau beberapa tahun sebelum 100 H, fakta-fakta utama tentang kehidupan Muhammad ditulis seperti yang kita temukan dalam tulisan-tulisan yang dibuat belakangan.

Tradisionis awal lainnya yang sebagian tulisannya berhasil selamat adalah Musa ibn Uqba (55/675 – 141/758). “Bagian ini terdiri dari duapuluh kutipan lengkap dengan isnad mereka, beberapa daripadanya adalah perkataan sang nabi pada peristiwa tertentu, yang lainnya merupakan kisah-kisah kehidupannya.

Kumpulan ini secara jelas menegaskan bahwa karya aslinya terdiri atas sepuluh bagian, sehingga kitab yang dulunya mengandung kumpulan lengkap Sira ini tampaknya cukup aman dari gangguan.” Kontribusi besar Ibn Ishaq adalah mengumpulkan ribuan cerita-cerita pendek dan menyusunnya dalam urutan kronologis.

5 – Quran Bersumber Dari Alkitab

Argumen lain yang diajukan oleh para penggugat non-historisitas Muhammad, adalah bahwa Quran dibentuk dari materi yang sudah ada di mana sebagian besarnya berasal dari tradisi-tradisi Yahudi dan Kristen. Meskipun sebagian besar ini adalah benar, khususnya dalam ayat-ayat Mekah, ayat-ayat Madinah hampir seluruhnya berisi tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Muhammad.

Seseorang bahkan tidak bisa memahaminya kecuali orang tersebut tidak asing dengan kisah-kisah di baliknya. Robert Spencer menggambarkan hal tersebut seperti memasuki percakapan antara dua orang yang tidak ia kenal, yang sedang berbicara tentang peristiwa yang tidak diketahuinya, dan mereka merasa tidak perlu repot-repot menjelaskan pembicaraan mereka kepadanya.

Tidakkah ini membuktikan bahwa Muhammad itu ada dan fakta-fakta utama yang diceritakan tentang dirinya adalah benar? Quran adalah percakapan antara Muhammad dengan para pendampingnya. Jika buku ini ditulis bagi orang-orang yang berbeda tidakkah ia akan diberi konteks?

Bayangkan sebuah skenario hanya dialognya saja. Tanpa aksi di dalamnya Anda akan sulit memahaminya. Itulah perasaan yang Anda dapatkan ketika membaca Quran. Mengapa ada orang yang menulis buku semacam itu? Hanya bila pembaca dapat menonton peran yang dimainkan, maka dialog tersebut akan menjadi masuk akal. Penerima Quran adalah para pemeran itu sendiri. Mereka tidak perlu lagi diberitahu konteks dari ayat-ayat di dalamnya.

6 – Rendahnya Kualitas Quran

Quran tampaknya merupakan kumpulan ucapan seseorang yang buta huruf. Ia ditulis dengan buruk, sangat menjemukan dan membosankan, dan tidak berurutan. Kata gantinya sering tidak teridentifikasi. Pembaca harus menebak-nebak siapa berbicara dengan siapa. Berisi segala macam kesalahan tata bahasa, logika, sejarah, dan matematika. Jika Islam diciptakan untuk memberikan legitimasi atas kekuasaan seseorang, seperti yang diklaim, tidakkah lebih rasional jika menugaskan seorang yang terpelajar untuk menuliskan kitab suci yang lebih masuk akal dan jelas?

Quran penuh dengan kontradiksi dan ayat-ayat yang saling membatalkan. Mengapa hal ini perlu? Apa tujuan kisah ayat-ayat setan yang menimbulkan keraguan sang Nabi akan kebenaran dan kewarasannya? Mengapa ia digambarkan sebagai pria yang jahat dan sakit mental dan bukan sebagai orang yang kudus? Jika ia adalah manusia fiktif, mengapa tidak memberinya hikmat Salomo, kekuatan Samson, kesabaran Ayub, atau kemuliaan Yesus? Muhammad kekurangan segala kebajikan sedemikian rupa sehingga kaum Muslim modern harus mengarang-ngarang beberapa cerita agar ia terlihat baik.

7 – Mengapa Seorang Nabi Penjahat?

Terlepas dari banyaknya klaim tentang kehebatan Muhammad, apa yang hilang di Sira adalah cerita tentang kebaikan dan rasa kemanusiaannya. Ada sebuah cerita yang beredar di internet yang menceritakan seorang Yahudi yang selalu melemparkan sampah kepada Muhammad ketika ia melewati rumahnya. Selama beberapa hari orang ini tidak terlihat. Setelah dicari tahu, kepada nabi diberitahu bahwa orang Yahudi ini sedang sakit. Nabi lalu mengunjungi pria ini dan menunjukkan kebaikan kepadanya.

Tidak ada orang Yahudi yang tinggal di Mekah dan dengan teror yang telah dibuat Muhammad di Madinah, hal seperti ini tidak mungkin terjadi. Muhammad tidak punya kepentingan untuk lewat di depan rumah orang Yahudi yang manapun setiap hari karena ia tinggal di mesjidnya dan orang-orang Yahudi tinggal di kota benteng mereka.

Asal-usul dari hadis baru ini terdapat dalam kisah-kisah yang dikaitkan dengan Abdul Baha, the Center of the Covenant of the Bahai Faith. Dikisahkan di sana bahwa saat berada di pembuangan di Akka, Abdul Baha harus melewati depan rumah seorang Arab yang suka membuang sampah ke arahnya, dan seterusnya dari cerita tersebut. Kehidupan Muhammad begitu tanpa kebaikan sehingga kaum Muslim terpaksa melakukan plagiarisme untuk membuatnya terlihat bagus.

Mengapa menciptakan seorang nabi dan membuatnya terlihat seperti penjahat? Buku kanonik Islam menampilkan Muhammad sebagai seorang pengecut yang alih-alih memimpin pengikutnya dalam pertempuran justru berada di belakang, meminta mereka untuk melindunginya seperti mereka melindungi anak-anak dan isteri-isteri mereka.

Meskipun begitu banyak mukjizat dikaitkan dengan dirinya di Sira, menurut Quran, Muhammad tidak dapat melakukan mukjizat satu pun. Ia disanjung dan dipuji-puji, dipuja dan dimuliakan, akan tetapi, kisah-kisah tentang dirinya justru menunjukkan dirinya sebagai preman, seorang penyiksa yang kejam, pelanggar kata-katanya sendiri, pria cabul, pria kasar yang tidak mampu mengendalikan amarah dan gairahnya.

Rasanya tidak masuk akal untuk mengarang-ngarang tentang seorang nabi dan membuatnya terlihat sedemikian jahatnya sehingga beberapa sejarawan merasa perlu untuk mengacaukan sejarah dan menyembunyikan detil kehidupannya yang paling buruk.

8 – Daftar Panjang Protagonis

Biografi Muhammad, secara umum memberikan daftar panjang dari generasi pertama, kedua dan ketiga dari para pengikut, non-Muslim, sahabat-sahabat dan musuh-musuh yang memainkan peran dalam sejarah Islam. Ada ribuan nama disertai silsilah pendek mereka dan mereka semuanya berhubungan satu sama lain.

Dalam bukunya Book of Grand Classifications (Kitab Tabaqat Al-Kobra) Ibn Sa’d telah menyusun biografi pendek dari ribuan Muslim awal, pria maupun wanita. Apa gunanya bersusah-payah seperti itu?

Kisah Yesus dalam kitab-kitab Injil ringkas dan jelas. Tokoh sentralnya sempurna. Pembaca tidak dibuat bingung dengan cerita yang kontradiktif seperti di Quran, yang sebagian besarnya tidak menambah nilai apapun atas klaim bahwa Muhammad adalah seorang nabi, sebaliknya malah mendiskualifikasi dirinya. Mengapa orang-orang yang diduga pemalsu ini menyulitkan diri mereka sendiri?

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh para sejarawan Muslim awal adalah menjelaskan kelicikan nabi mereka dan mencari pembenaran atas kejahatannya. Jika ia adalah tokoh fiktif untuk apa mereka membuat begitu banyak kisah yang memalukan tentang dirinya lalu kemudian berusaha menutup-nutupinya?

9 – Mengapa Orang Lain?

Jika sebuah agama diperlukan untuk memberikan legitimasi bagi seorang penguasa, dan hal seperti ini dapat dilakukan, bukankah lebih logis bila si penguasa mengklaim hak ilahi bagi dirinya sendiri dan menyatakan dirinya sebagai raja sekaligus nabi? Mengapa membangun kultus pribadi bagi orang lain? Islam membatasi kekuasaan para penguasa.

Ia mensyaratkan legitimasi mereka berdasarkan syariah, membuat kekuasaan mereka lebih rentan dan harus bertanggung jawab kepada para ulama. Mengapa seorang penguasa yang waras mau melakukan hal seperti itu? Kisah Muhammad kadang-kadang masuk akal dan kadang-kadang tidak. Teori-teori dari mereka yang menyangkal keberadaan dirinya sama sekali tidak masuk akal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *