Alkitab vs Qur'an,  Keselamatan dalam Kristen vs Islam,  Komparasi

Apakah Sunat sama dengan Baptisan ?

Didalam kekristenan baptisan memberikan perlindungan dan keamanan.

Paulus menuliskan, “ Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus dan Kasih Elohim dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” ( 2 Korintus 13:14 )

Baptisan memberikan kepada kita hubungan yang pribadi dengan Tuhan dan keamanan yang teguh didalam Tritunggal yang kudus itu.

Kita dipersatukan dengan Tuhan Bapa, Tuhan anak, dan Tuhan Roh Kudus melalui baptisan kita.

Tuhan sendiri yang menjadi perisai bagi kita. Barangsiapa berada di dalam Kasih, ada didalam Tuhan dan Tuhan didalam dia. Kita harus mengenakan keseluruhan perlengkapan senjata Elohim dan menjadi kuat “ didalam “ Tuhan, maka sijahat tidak akan memiliki kuasa didalam diri kita ( 1 Yohanes 4: 15;Efesus 6:10-17 dll )

1 Yohanes 4: 15

Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

Efesus 6:10-17

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 

karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 

Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 

Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 

kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 

dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 

dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 

Kaum mistik didalam Islam tidak puas dengan konsep yang abstrak tentang Tuhan didalam agama mereka dan tidak suka dengan dua sisi takdir yang ada didalam Islam ( ke Surga atau neraka ).

Mereka mencoba menjangkau Allah yang jauh, maha kuasa dan tidak terjangkau melalui meditasi.

Mereka berusaha untuk menembus kepadaNya supaya diinkarnasi oleh Dia.

Mereka sering jatuh ke dalam roh najis melalui praktek ilmu gaib mereka. Allah didalam Islam adalah jauh dan tidak bisa dipahami, karena itu segala bentuk okultisme bisa dengan mudah mempengaruhi orang-orang muslim.

Tidak ada konsep keselamatan di dalam Islam. Yang ada hanyalah panggilan untuk tunduk tanpa syarat kepada ketetapan menurut kehendak Allah, yang mengajak siapa saja yang Dia kehendaki dan menuntun siapa saja yang Dia kehendaki ( Sura Al-An’am 6:39; Al-Ra’d 13:27; Ibrahim 14:4; Al-Nahl 16:93; Al-Fatir 35:8; Al-Muddatir 74:31)

Sura Al-An’am 6:39

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.

Al-Ra’d 13:27

Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada-Nya,”

Ibrahim 14:4

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.

Al-Nahl 16:93

Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.

Fatir 35:8

Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Al-Muddassir 74:31

Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.

Allah tidak masuk kedalam sebuah perjanjian dengan orang Muslim-Nya. Dia menganggap orang-orang sebagai budak. Dia bukan Bapa, Juruselamat, ataupun Penghibur. Dia membinasakan siapa saja yang tidak menundukkan diri kepada kehendakNya ( Surat Al-Ra’d 13:15,16 ; Al-Zumar 39:4; Al-Hujurat 49:14 dll )

Surat Al-Ra’d 13:15,16

Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.

Katakanlah (Muhammad), “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Katakanlah, “Allah.” Katakanlah, “Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?” Katakanlah, “Samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat? Atau samakah yang gelap dengan yang terang? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah, “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Tuhan Yang Maha Esa, Mahaperkasa.”

Al-Zumar 39:4

Sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang telah diciptakan-Nya. Mahasuci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.

Al-Hujurat 49:14

Orang-orang Arab Badui berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘Kami telah tunduk (Islam),’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amal perbuatanmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Tetapi mereka yang mau tunduk disunatkan sebagai tanda hubungan orang itu sebagai budak Allah. Sunat dalam Islam adalah sama seperti baptisan di dalam kekristenan.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *