Alkitab vs Qur'an,  Keselamatan dalam Kristen vs Islam,  Komparasi

Baptis – sambungan kepada jalur kuasa Allah

Para Rasul Yesus Kristus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Mereka secara terbuka mengakui dosa-dosa mereka dan ketidaklayakan mereka untuk berdiri dihadapan Tuhan. Tetapi Yesus Kristus meyakinkan mereka bahwa mereka bisa dibaptis dengan kuasa Roh Kudus, bahwa mereka tidak akan lagi lemah, takut atau tidak mampu tetapi akan menerima tuntunan yang penuh kuasa dari Elohim ( Kisah Para Rasul 1:4-8; Yohanes 1:33-34 )

Kisah Para Rasul 1:4-8

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang–demikian kata-Nya–“telah kamu dengar dari pada-Ku. 

Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” 

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” 

Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” 

Yohanes 1:33-34

Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 

Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” 

Dalam bahasa semit kata untuk Allah adalah “ El “ yang mengandung arti kuasa dan kekuatan. Elohim adalah bentuk jamak yang bisa diterjemahkan sebagai “Tuhan – Tuhan yang berkuasa.”  

Kata “ Allah “ didalam agama Islam, ternyata adalah dalam bentuk tunggal dan berarti “ Dia adalah kuasa “ nama Arab ini dalam arti yang sesungguhnya tidak bisa menunjuk kepada Allah yang tritunggal. Kata ini berarti tunggal.

Yesus menyaksikan segala kuasa di langit dan di bumi sudah diberikan kepadaNya. Dia menyatakan bahwa Roh Kudus adalah kuasa Tuhan. Siapa saja yang dibaptiskan didalam namaNya dan menerima hak ini akan tetap disambungkan dengan jalur kuasa dari Tuhan.

Dia akan berpindah dari kematian didalam dosa kepada kehidupan yang rohani, dan akan membangunkan orang lain yang juga mati didalam dosa serta kesalahan supaya dibangkitkan Kembali oleh Injil.

Paulus secara terbuka menyaksikan mengenai rahasia ini, “ Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Elohim yang menyelamatkan setiap orang percaya.” ( Roma 1:16 )

Petrus mengatakan kepada orang-orang Yahudi yang sedang terkejut, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima Roh Kudus!” ( Kisah Para Rasul 2:38 )

Siapapun yang sudah menerima kuasa Tuhan melalui baptisan oleh iman tidak lagi melayani di dalam kekuatannya sendiri tetapi di dalam kekuatan Tuhan dan akan menerima kuasa tambahan, sesering yang ia mintakan ( Yesaya 40: 29-31)

Yesaya 40: 29-31

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 

Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, 

tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *