Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini,  Komparasi,  Yesus Kristus

Hukum yang dari Kristus dan Hukum yang dari Muhammad

HUKUM YANG DARI MUHAMMAD   

Perkataan Yesus,” Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu.”

Dengan beberapa penyesuaian juga bisa kita temukan di dalam Al-Qur’an.

Namun ada perbedaan yang sangat besar antara hukum Muhammad dan hukum Kristus.

Memang benar bahwa ada sekitar 500 ayat dalam Al-Qur’an dipilih oleh para pemimpin dari empat golongan Islam menjadi tulang punggung Syariat mereka.

Tetapi mari kita baca ayat-ayat yang berikut ini :

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus. ( QS. Al-Mumtahanah 60:1)

Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zhalim.(QS. An-Nisa 4:3 )

Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Mahatinggi, Mahabesar.(QS. An-Nisa 4:34 )

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. ( QS. Al-Maidah 5:6 )

Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (QS. At-Taubah 9:103)

Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), (QS. Al-A’la 87:14)

Adapun orang laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS. Al-Maidah 5:38 )

Sekarang mari kita pelajari tentang hukum dibawah ini.

HUKUM YANG DARI KRISTUS

Yesus mengatakan, “ Ajarlah mereka segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu.”

Satu kata ini “ segala “ bisa membuat kita merasa seperti terhukum. Siapa diantara kita yang bisa tahu semua yang Yesus perintahkan kepada kita, dan menghafalkan semuanya ? Siapa yang mengajarkan semuanya itu kepada anaknya, kaum muda dan kepada gereja ? Dan siapa yang mengenapi hukum Kristus didalam perkataan, perbuatan dan pemikiran dengan setepat-tepatnya ?

Tidak ada yang akan bisa benar di dalam semua itu. Kita semua gagal dalam mengaplikasikan Firman Yesus yang satu ini.

Bahkan orang-orang yang paling saleh sekalipun hanya bisa menundukkan kepala dan berkata perlahan, “ Tuhan jangan hakimi aku.”

Dan kalau kita merenungkan semua kesimpulan dari semua yang diperintahkan oleh Yesus, kita semua akan merasa diri sebagai orang- orang yang jahat.

Dia mengatakan,” Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang adalah sempurna.” ( Matius 5:48)

“ Tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.” ( Mazmur 14:2-4; Roma 3:19-23; 7:3-8 dll )

Kita senantiasa menjalani kehidupan karena anugerahNya yang membenarkan dan perlu senantiasa di murnikan setiap hari melalui darahNya.

Siapapun yang membaca 1 Yohanes 1:7-2:6 dengan hati yang berdoa akan bisa menemukan penjelasan yang menghibur untuk perintah Tuhan ini.

Apakah tujuan dari hukum Kristus ?

Yesus ingin mengangkat kita sampai kepada tingkat BapaNya.

TujuanNya adalah agar janji yang paling dasar dari Sang Pencipta digenapi didalam kehidupan kita.

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. ( Kejadian 1:27 )

Hanya Yesus saja yang bisa mengatakan, “ …Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” ( Yohanes 14:9)

Dia ( Yesus ) ingin mengubahkan murid-muridNya menjadi seperti gambarNya sendiri.

Dalam Perjanjian Lama Tuhan memerintahkan, “ Kudus-lah kamu sebab Aku kudus “ ( Imamat 11:4; 19:2 )

Dia sendiri sajalah yang menjadi patokan dan tujuan rohani dari semua yang sudah dipanggil oleh-Nya.

Dalam Perjanjian Baru Yesus memerintahkan, Kasihilah sesamu seperti aku mengasihi engkau.” ( Yohanes 13:34 )

Dia menjadikan kasihNya sendiri untuk menjadi patokan bagi kita. Yesus sendiri menjadi hukum kita.

Paulus menuliskan bahwa kita harus menyelubungi diri kita dengan Yesus, dan menjadi ciptaan baru. Para pengikut Kristus harus harus sepenuhnya tertutup oleh Kristus, sehingga para pengikut Kristus bisa berkata, “ Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. “ ( Yoh 15:4 )  

Dan semua pengikut Kristus bisa berkata:

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. ( 2 Kor 5 : 17-21 )

Siapa saja yang membandingkan antara hukum Kristus dengan hukum Muhammad bisa langsung melihat adanya semangat yang berbeda di antara kedua hukum itu.

Didalam hukum Muhammad tidak bisa ditemukan KASIH, tidak ada PENDAMAIAN dengan Allah, tidak ada PENGORBANAN yang tanpa pamrih untuk orang lain dan tidak ada kekudusan Allah yang menjadi patokan untuk semuanya.

Pada akhirnya, Muhammad sendiri menjadi isi dari hukumnya. Kehidupannya ( Sunah ) diambil menjadi sumber kedua bagi pembangunan hukumIslam yang terakhir. Stiap orang muslim harus menjalani kehidupannya seperti kehidupan Muhammad. Kalau tidak demikian ia tidak bisa menjadi seorang muslim yang baik. Muhammad mengambil bagian dalam 29 peperangan dan penaklukan serta menikah dengan 12 istri atau bahkan lebih.

Tujuan yang tersembunyi dari hukum Muhammad dan hukum Yesus

Tujuan dari hukum Islam, Syariat adalah mantapnya kemasyarakatan Islam ( Ummah ) yang bisa ditetapkan sebagai negara agama, diperintah oleh Islam.

Islam bukanlah agama yang memisahkan antara iman dengan politik. Islam hanya bisa sepenuhnya berfungsi di atas dasar hukum Syariat.

Syariat dilain pihak juga hanya bisa diterapkan didalam sebuah negara Islam. Tujuan Islam adalah untuk mendirikan agama Islam. Semua bentuk Islam yang lain hanyalah dianggap sekedar sebagai perkembangan awal saja.

Kristus mengatakan, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini” ( Yoh 18: 36-37)

GerejaNya, yang terbentuk dari orang-orang yang dipanggil dari berbagai negara, menjadi kerajaan rohani di dalam lingkungan mereka masing-masing.

Persekutuan murid-muridNya adalah awal adalah awal dari kerajaan kekal-Nya (Yoh 13:34-35) .

Mereka ditantang untuk menjadi garam dan terang dunia. Hukum Yesus tidak bertujuan untuk membangun sebuah negara agama Kristen tetapi untuk mengubahkan para pengikut-Nya untuk taat kepada perintah-perintahNya dan untuk mempengaruhi masyarakat dan negaranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *