Alkitab vs Qur'an,  Keselamatan dalam Kristen vs Islam,  Komparasi,  Yesus Kristus

Penolakan Islam terhadap kematian Kristus bagi Penebusan – Seri 2

Argumen kelima, muncul melalui penemuan-penemuan dari dunia bawah, melawan pentingnya kematian Yesus bagi penebusan, merupakan hal yang paling persisten. Banyak Muslim yang menganggap diri mereka cukup baik untuk mencapai pembenaran melalui usaha-usaha mereka sendiri (Sura 11:14)

Sura Hud 11:14

Maka jika mereka tidak memenuhi tantanganmu, maka (katakanlah), “Ketahuilah, bahwa (Al-Qur’an) itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (masuk Islam)?”

Mereka percaya bahwa perbuatan baik mereka akan menghilangkan perbuatan jahat. Mereka berharap untuk diselamatkan, jika mereka memenuhi semua kewajiban-kewajiban yang diperintahkan dalam syariah (hukum Islam). Karena itu mereka berpikir bahwa mereka tidak membutuhkan seorang penebus dan juga sebuah salib. Keyakinan Islamik adalah sebuah warisan tak langsung dari orang-orang Yahudi dari kelompok Farisi.

Para hakim agama diantara orang Muslim mengklaim bahwa Allah sebelumnya telah menetapkan nasib setiap manusia, yaitu ketika setiap individu masih ada dalam kandungan ibu mereka, dan adalah hal yang mustahil untuk merubah apa yang telah anda tetapkan.

Mereka meyakini bahwa tak ada yang terjadi dalam hidup seseorang, kecuali apa yang dituliskan mengenai dia dalam sebuah buku yang ada di Surga. Mereka melihat tidak ada perlunya bagi seseorang untuk disalibkan dan mengalami kematian sebagai korban bagi orang lain.

Kebanyakan muslim tidak sadar dengan argumen-argumen yang berbeda. Namun demikian, sebagai rangkuman dari poin-poin ini, ada sebuah konsensus kultural dalam masyarakat Islamik, bahwa salib Kristus adalah sesuatu yang tabu bagi semua Muslim.

Mereka berpikir bahwa salib adalah sebuah cover untuk semua jenis politik dan religius para crusader (tentara perang salib), yang ingin menghancurkan kekuatan dan budaya dari negara-negara Islamik.

Kebencian terhadap salib dari Penebus kita telah berakar dalam sebuah ikatan kolektif, yang tidak bisa diatasi hanya dengan logika saja. Tidak akan banyak menolong saat berusaha membuktikan fakta atau arti dari salib Kristus secara intelektual. Kita harus berdoa untuk mereka, supaya mereka menyadari kebenaran dan meyakininya.

Roh anti-Kristen ini harus dikalahkan dan diusir dalam nama Yesus Kristus dan melalui kasih Tuhan.

Jika kita memikirkan penolakan dari penyaliban, pemelintiran dan kebohongan-kebohongan yang kompleks, termasuk kebencian kolektif terhadap Yesus Kristus Sang Juru Selamat, seseorang bisa dengan mudah merasa putus asa. Ketika berusaha membawa keselamatan yang telah diselesaikan oleh Kristus kepada orang-orang Muslim.

Namun siapapun yang mengakui janji-janji dalam Perjanjian Lama sebagai sebuah persiapan ilahi untuk keselamatan, dan tidak meninggalkan realitas dalam Perjanjian Baru dan jika ia mengambil sumber-sumber sekular atas ayat-ayat yang bersifat kontradiktif dalam Qur’an ketika merujuk pada penyaliban Kristus, orang-orang ini bisa bersaksi bersama-sama dengan Rasul Paulus dengan keyakinan dan kepastian:

“Sebab itu, setelah dibenarkan oleh iman, kita memiliki damai sejahtera dengan Elohim melalui Tuhan kita Yesus Kristus.” (Roma 5:1, ILT)

Kelima sumber kebenaran ini lebih kuat dibandingkan tujuh penyangkalan dari orang-orang Muslim. Marilah kita, sambil berdoa, memproklamirkan kemenangan di atas salib kepada dunia Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *