Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini,  Komparasi

Al- Qur’an dan Hadits, Serupa Tapi Tak Sama

Banyak orang yang masih bingung tentang hubungan Al quran dengan Hadist.

Sebagian APOLOGIS ISLAM yang selalu membantah hadist, lalu menyandarkan bahwa apa yang tidak terdapat di Al quran tidak bisa dijadikan pegangan.

Pertanyaannya, mengapa ada hadist?

ISLAM MAINSTREAM, menyandarkan ajaran ISLAM pada 2 hal, yaitu 1. Al quran dan 2. Hadist

Kenyataan bahwa 4 dari 5 pilar Islam tidak terdapat di Al quran, semuanya berdasarkan Hadist.

Kutipan:
Bukhari:V1B2N7 “Rasul Allah berkata: ‘Islam berdasarkan atas lima (prinsip): 1. Untuk mengaku tiada yang layak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah.”

Qur’an memerintahkan Muslim untuk menaati sang Rasul. Jika kau tidak tahu apa yang ia perintahkan, maka tidaklah mungkin menaatinya. Qur’an katanya berisi semua perintah Allah dan bukan perintah Muhammad, jadi kau harus menuruti apa yang dikatakan Qur’an. Qur’an juga mengatakan orang2 Muslim harus menuruti contoh2 sang Rasul, tapi contoh2 itu hanya terdapat di Sunnah. Karena itu, pilar Islam yang pertama jadi tak berarti sama sekali dan tidak mungkin dapat dilaksanakan tanpa Ishaq and Tabari.

Kutipan:
“2. Untuk melakukan ibadah (wajib berkumpul untuk melakukan) sembahyang secara taat dan sempurna.”

Lagi-lagi, ini tidak jelas. Wajib berkumpul untuk melakukan sembahyang ini tidak dijelaskan dalam Qur’an. Bahkan tidak ada keterangan kecil sekalipun. Sebenarnya, Qur’an berkata harus ada tiga orang bersembahyang, tapi tidak dijelaskan bagaimana sembahyangnya, dan Hadis malah minta lima orang. Keterangan satu-satunya tatacara sembahyang ditemukan di Sunnah – dan ini bahkan tidak pernah dijelaskan oleh sang Nabi sendiri. Orang-orang Muslim tidak bisa melakukan ibadah sembahyang hanya dari yang ditetapkan di Qur’an. Karena itu, pilar kedua pun runtuh.

Kutipan:
Bukhari:V1B2N7 “3. Membayar Zakat.”

Bagaimana bisa bayar Zakat jika kata-kata tentang Zakat dihilangkan dari Qur’an? Yang pertama menuliskannya di atas kertas adalah Ishaq. Seabad kemudian, Tabari mengutip Hadis Ishaq. Satu-satunya alasan orang Muslim dapat bayar Zakat adalah karena Ishaq menjelaskan hal itu pada mereka.

Kutipan:
“4. Melakukan ibadah haji.”

Ini juga tidak mungkin dilakukan. Satu-satunya keterangan tentang ibadah haji hanya ada di Sunnah. Kegiatan naik haji tidak dapat dilakukan tanpa keterangan dari Hadis. Orang Muslim tidak akan tahu tanpa itu.

Kau pikir tentunya Allah sendiri yang akan menjelaskan pilar terakhir dalam wahyunya yang “sempurna, terperinci dan terakhir bagi umat manusia?”

Kutipan:
Bukhari:V1B2N7 “5. Untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.”

Meskipun Qur’an menjelaskan tentang puasa, tanpa Hadis, Muslim tidak akan tahu mengapa Ramadhan itu sangat istimewa. Keterangan tentang arti Ramadhan terdapat dalam tradisi mereka – pertama-tama ditulis oleh Ishaq dan lalu disalin oleh Bukhari, Muslim, dan Tabari.

Yang lucu adalah satu-satunya pilar yang dijabarkan di Qur’an sebenarnya dipinjam dari upacara Pagan (penyembah berhala) Qusayy yang diciptakan sebelum masa Islam Muhammad. Keluarga Qussay mengambil sebagian barang-barang dagangan yang terjual di acara “dewa-dewa berdamai” di pekanraya-pekanraya Ramadhan.

——————————————————————————————————–

Al quran yang isinya lompat sana lompat sini, diulang-ulang dan tidak beraturan, tidak urut waktu dan peristiwa, sisip sana sisip sini dan segala macam keanehan cara penulisan, tidak akan mungkin dimengerti apabila tidak ada penjelasan dari hadist.

Muslim yang menghindar dari hadist yang tidak paham bagaimana memahami AL quran itu sendiri dan muslim yang percaya dengan Hadist, suka atau tidak suka, dipaksa atau dengan sukarela harus menerima kenyataan bahwa apa yang diceritakan di dalam hadist adalah suatu AIB bagaimana perkataan dan prilaku Muhammad yang sebenarnya.

Setiap bentuk kalimat/tulisan yang berisikan pernyataan dapat dimengerti apabila kita mengerti konteksnya.

Dalam Al quran, konteks kalimat ditiadakan dan untuk mengetahui apa yang dimaksutkan di dalam al quran harus melihat Hadist sebagai konteks kalimat yang terdapat di dalam Al qura.

Kita bisa melihat misalnya QS 111 tentang Abu Lahab:

[111.1] Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
[111.2] Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
[111.3] Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
[111.4] Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.
[111.5] Yang di lehernya ada tali dari sabut.

Ini adalah isi dari surat 111. Sebuah surat yg pendek, hanya terdiri dari 5 ayat yg berisi kutukan/maki-makian. Jika kau tidak tahu kisah dibelakang surat ini kau tidak akan mengerti.

Contoh utk Surat 9 terdiri dari dua bagian. Bagian pertama disebut Bara’at (penyelamatan) dan bagian kedua disebut Taubah (tobat/penyesalan). Kalian tidak dapat mengerti surat ini kecuali kalian tahu apa yg diacu olehnya. Bara’at ditulis menjelang penyerangan ke Mekah. Disebut Bara’at karena dalam bagian Surat ini (katanya) tuhan menyuruh Muhammad bahwa dia bebas untuk melanggar perjanjian dengan kaum Pagan. Semua ayat-ayat mengacu pada kejadian itu. Taubah ditulis ketika Muhammad kembali dari perang Tabuk dan dia melihat ada muslim yg tidak ikut berperang. Dia menyuruh para penduduk Medina agar jangan berbicara pada para desertir ini dan bahkan memerintahkan istri-istri mereka pindah dari rumah mereka. Selama 40 hari tidak ada yang berbicara pada mereka dan jika lewat seolah-olah menganggap mereka tidak ada. Setelah 40 hari Muhammad menerima tobat mereka dan dalam Surat ini dia menetapkan kondisi-kondisi untuk penyesalan/tobat itu.

Detail-detail ini ada dalam sejarah dan hadits. Kalian tidak akan dapat mengerti surat ini dan surat manapun juga, dg baik tanpa tahu sejarah dibelakangnya.

Jadi untuk para muslim Qurani, kalian tidak akan dapat mengerti Quran tanpa Hadits dan Sira. Tafsir apa yg dapat kalian terapkan jika kalian menyangkal latar belakang dan konteks dari Quran?

Bagi yang tidak percaya Hadis, baca dan renungkan ini baik baik:

Tanpa Hadis, kamu tidak bisa tahu tentang Muhammad. Tanpa mengetahui apapun tentang Muhammad, maka tidak ada Islam. Jika kau meragukan Hadis, maka kau meragukan seluruh keberadaan Islam, dan karena itu kau disebut apostate/murtad/kafir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *