Alkitab vs Qur'an,  Isu-Isu Terkini,  Komparasi

Surah Al Fill (105), Surat Gajah

Berdasarkan sumber Islam, surah ini berkaitan dengan penyerangan pasukan gajah oleh Abrahah, penguasa Habasiyah (Yaman) pada masa Abdul Mutholib (497 -578) menjadi pimpinan suku Quraish (Sirah Nabawiyah, Ibnu Ishaq).

Berikut ini isi surah 105:
1. Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?
2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
3. dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,
4. yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,
5. sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Perhatikan baik baik surah di atas, betapa indahnya, betapa agungnya dan betapa megahnya wahyu Alloh SWT, sehingga tidak mungkin ada manusia yang dapat membuat kata kata yang sedemikian dasyat dan hebatnya.

Kamu ragu? Baca surah ini:
Surah 2,
23 : Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

24 : Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

Apa yang diperhatikan Muhammad ketika Tuhannya bertindak terhadap pasukan gajah?
Yang beragama Islam, silahkan teriak Takbir! Tapi bagi yang masih punya otak untuk berpikir, ketahuilah bahwa Al quran hanya diperuntukkan bagi mereka mereka yang sudah putus urat syarafnya, sehingga tidak bisa berpikir sebagaimana manusia layaknya berpikir.

Sebagaimana halnya isi Al quran yang rinci, detail dan tidak ada keraguan di dalamnya, al quran pasti benar karena al quran mengatakan bahwa al quran pasti benar, membuktikan bahwa tidak ada satu manusia normalpun yang bisa percaya dengan kebenaran Alquran, karena benar benar salah total, dan dalam Islam, kesalahan tersebut adalah kebenaran yang hakiki.

Lupakan kisah semut yang bisa mendengar dan bicara walaupun semut itu tuli dan buta serta tidak punya pita suara, lupakan kuda terbang atau karpet terbang Sulaiman yang bisa memuat pasukan perangnya, lupakan ada seorang raja yang bertahun tahun sudah mati tetapi tidak seorangpun mengetahuinya, lupakan matahari tenggelam di laut berlumpur hitam, lupakan bintang bintang yang dibunakan untuk menimpuk setan (setannya pernah diikat Muhammad di tiang masjid –> seberapa besar ya setan tersebut sehingga harus ditimpuk dengan bintang bintang?) dan fokus dengan SURAT GAJAH ini.

Kembali ke pertanyaan yang berkaitan dengan surah tersebut:
Apa yang diperhatikan Muhammad ketika Tuhannya bertindak terhadap pasukan gajah?
1. Muhammad tidak mungkin bisa memperhatikan ketika Tuhannya bertindak terhadap pasukan gajah, karena pada saat kejadian Muhammad belum lahir.
2. Jarak Yaman ke Mekkah +/- 1.119 Km. dan harus melalui gurun pasir. Berdasarkan sumber Islam, ada 60.000. tentara Abrahah yang ikut menyerang Kahbah. Kecepatan berjalan rata rata manusia adalah 6 Km per jam dengan waktu istirahat untuk tidur, makan, mendirikan tenda dll kira kira 12 jam atau efektif jalan 12 jam atau 72 Km per hari. Jadi butuh kira kira 16 hari perjalanan.
Pada kondisi normal di habitatnya, gajah membutuhkan 40 liter air per hari x 16 hari atau 2.400 liter air per ekor gajah.
Cuma orang super tolol, bahlul kwadrat pangkat 4 yang percaya ada gajah yang bisa berjalan di gurun pasir selama 16 hari!!!! Gajah tidak tahan panas dan harus selalu berteduh pada siang hari. Salah satu fungsi utama telinga gajah yang super besar adalah untuk menurunkan suhu tubuhnya.
3. Kalau bintang bintang yang sangat besar itu digunakan untuk menimpuk setan yang sangat kecil, sebaliknya batu batu yang sangat kecil digunakan untuk menimpuk gajah yang sangat besar!!!! Cuma orang dungu ketiban idiot yang percaya dengan dongeng suci gila seperti ini.
4. Dan gajah gajah yang ditimpuk batu oleh burung burung tersebut jadi seperti daun daun yang dimakan (ulat)

Mau dilanjutkan dengan bahasan yang panjang lebar, toh pada akhirnya akan menuju pada kesimpulan “percaya atau tidak percaya” pada kedasyatan sang maha kuasa, penipu ulung, bapa segala dusta sang Khairul makarin yang menyesatkan siapa siapa yang belum tersesat.

Bagi para muslim yang budiman, berpikirlah dengan jernih, percayalah dengan keindahan, kemegahan dan keagungan surah di atas, karena kamu tidak mungkin disesatkan…. apakah benar kamu tidak mungkin disesatkan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *