• Isu-Isu Terkini,  Kesaksian Kristen,  Komparasi

    Intifada Kedua Seri – 1

    Musim Panas – Musim Rontok 2000 Hamas – yang dulu merupakan kekuatan dominan di Palestina – sekarang mulai goyah. Saingan berat Hamas yang juga berusaha menarik simpati massa sudah berkuasa penuh. Melalui intrik politik dan pembuatan perjanjian, Pemerintahan Palestina (Palestinian Authority = PA) telah berhasil mencapai apa yang tidak bisa dicapai Israel melalui kekuasaannya yang besar. PA telah menghancurkan sayap militer Hamas dan memasukkan pemimpin² dan pejuang²nya ke dalam penjara. Meskipun telah dibebaskan dari penjara, anggota² Hamas pulang dan tidak melakukan apapun terhadap PA dan kekuasaannya. Para feda’iyin muda kecapekan. Para pemimpin mereka terpecah-belah dan sangat curiga satu sama lain. Ayahku juga hanya mengurus kepentingan keluarga saja, dan dia kembali…

  • Isu-Isu Terkini,  Kesaksian Kristen,  Komparasi

    Jalan ke Damaskus Seri – 4

    Selain tumbuh bersama, kami berdua juga pernah dipenjara di Penjara Megiddo. Setelah Kotak bagian Lima terbakar dalam kekacauan penjara, Jamal ditransfer bersama saudara sepupuku Yousef ke Kotak Enam dan dibebaskan dari sana. Akan tetapi, penjara telah mengubahnya. Dia berhenti sholat, tidak lagi mengunjungi mesjid, dan mulai merokok. Dia mengalami tekanan mental dan menghabiskan kebanyakan waktunya dengan diam di rumah sambil nonton TV. Setidaknya aku punya kepercayaan yang kupegang saat berada di penjara. Tapi Jamal berasal dari keluarga sekuler yang tidak melakukan ibadah Islam, maka imannya terlalu tipis untuk bisa menolongnya. Jamal memandangku, dan aku bisa melihat bahwa sebenarnya dia ingin pergi ke kegiatan belajar Alkitab. Dia tampak jelas ingin tahu…

  • Isu-Isu Terkini,  Kesaksian Kristen,  Komparasi

    Jalan ke Damaskus seri – 3

    Maka sekarang siapakah musuhku sebenarnya? Aku berbicara dengan Shin Bet tentang penyiksaan di Megiddo. Mereka berkata bahwa mereka mengetahui semua itu. Setiap gerakan tawanan², apapun yang mereka katakan, direkam diam². Mereka tahu tentang pesan² rahasia dalam bola² roti, dan penyiksaan² dalam tenda, dan juga lubang celah di pagar.“Mengapa kalian tidak menghentikannya?”“Pertama-tama, kami tidak bisa merubah mentalitas seperti itu. Bukan tugas kami untuk mengajar Hamas mengasihi satu sama lain. Kami tidak bisa masuk ke kamp penjara dan berkata, ‘Hey, jangan siksa sesama orang; jangan saling siksa satu sama lain,’ dan membuat semua beres. Kedua, Hamas sendiri hancur lebih banyak dari dalam daripada serangan Israel dari luar.” Duniaku yang dulu kukenal mulai…

  • Isu-Isu Terkini,  Kesaksian Kristen,  Komparasi

    Jalan ke Damaskus Seri – 2

    Sejalan dengan berlalunya waktu, aku mulai mempertanyakan rencana awalku untuk membunuh orang² Israel. Orang² ini sungguh baik padaku. Mereka jelas peduli akan diriku. Mengapa aku mau membunuh mereka? Aku kaget tatkala menyadari bahwa niat itu sudah tidak kurasakan lagi. Pendudukan tidaklah lenyap. Kuburan di Al-Bireh masih terus dipenuhi oleh mayat² lelaki, perempuan, dan anak² Palestina yang dibunuh oleh prajurit Israel. Aku juga belum lupa dengan pemukulan yang kuderita saat dibawa ke penjara atau hari² di mana aku diikat di kursi kecil. Tapi aku juga ingat akan jeritan² dari tenda penyiksaan di Megiddo dan orang yang membiarkan dirinya tercabik-cabik kawat silet karena mencoba melarikan diri dari para Hamas yang menyiksanya. Sekarang…

  • Isu-Isu Terkini,  Kesaksian Kristen,  Komparasi

    Jalan ke Damaskus Seri-1

    Dua bulan setelah keluar dari penjara,ponselku berdering.“Selamat ya,” terdengar suara berbicara dalam bahasa Arab. Aku kenal aksen bahasanya. Orang ini adalah kapten Shin Bet-ku nan “setia,” si Loai!“Kami akan senang sekali jika bertemu denganmu,” kata Loai, “tapi kita tidak bisa bicara panjang lebar di telepon. Dapatkah kita bertemu?” “Tentu saja.”Dia memberi aku nomer telpon, password, dan beberapa arah jalan. Aku merasa bagaikan agen rahasia. Dia memberitahuku untuk pergi ke suatu tempat, dan lalu ke tempat lain, dan menelpon dia di tempat itu. Aku mengikuti petunjuknya, dan ketika aku akhirnya menelponnya, aku diberi lagi petunjuk lain. Aku berjalan sekitar 20 menit sampai sebuah mobil bergerak di sebelahku dan berhenti. Seorang pria…